Rabu, 24 Februari 2010

X++ (bahasa pemrograman terbaru)

Untuk memenuhi tugas softskill yang diberikan dosen, saya disuruh mencari pembahasan tentang bahasa pemrograman terbaru.. Pada saat saya membaca-baca di wartawarga ternyata ada salah seorang yang mempost tentang bahasa pemrograman terbaru yang dikeluarkan Microsoft yaitu bahasa X++.

X++ merupakan bahasa pemrograman yang dipakai sebagai code behind of MorphX. MorphX sendiri merupakan lingkungan development yangg sudah terintegrasi di Micorosoft Dynamics Ax dimana para developer dapat membuat DataType, Enumeration, Tables, Queries, Forms, Menus dan Reports.X++ ini dalam penataan bahasa pemrogramannya mengikuti keluarga C/C++ dan membawa konsep OOP seperti pada Java dengan case-insensitive seperti pada Delphi dan Basic,sehingga mempermudah seorang developer untuk membuat sebuah aplikasi.Berikut contoh dari skrip yang dibuat dengan menggunakan bahasa X++.


Syntax X++ sendiri sebagian besar mengadaptasi dari syntax keluarga C. Disana terdapat Looping, Logical conditional (If condition...), Query (seperti halnya LINQ di .NET tanpa harus menggunakan object koneksi), Array, dsb.

Code Sample :

public static void xppTest1(Args _args)
{
UserInfo userInfo;
;

update_recordset userInfo
setting enable = NoYes::No
where userInfo.id != 'Admin'
&& userInfo.enable;
}

Penjelasan :

UserInfo adalah salah satu table object yang dapat kita lihat secara logical di Database baik SQL Server maupun Oracle.

update_recordset merupakan syntax untuk update query

setting merupakan syntax untuk men-set field dengan value yang baru

where merupakan filtering bagi sebuah query

NoYes merupakan salah satu Enumeration object seperti yang di sebutkan di atas.

Penjelasan diatas hanya merupakan contoh sederhana yang bisa dicoba dengan menggunakan editor..

jika kalian berminat untuk mempelajari lebih dalam, silahkan kunjungi situs ini...

Kamis, 18 Februari 2010

anak yang mencoret mobil ayahnya

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.


Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.


Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. . Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.


Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak
tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.


Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.


Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.


Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.


Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.


Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius.

Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan
habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..



Renungan:
1. setelah membaca cerita ini...mengajak kita semua untuk lebih berpikir sebelum melakukan sesuatu...karena kita tidak tau apa yang bakal terjadi oleh kelakuan kita sendiri...^^
2. jangan mengajari anak dengan tangann,,,cukup dengan mulutt saja..itu lebih baee(bukan karena seperti cerita diatas),,tapi moralnya nanti setelah besar akan berbeda dengan anak yg di ajar dengan kasih sayang
3. coba anda pikir kalo melarang orang dengan kekerasannn,,seseorang akan membalas kekerasan pada apa yg dilarang kepada orang laen juga..

Rabu, 17 Februari 2010

Kisah Bang Jali (SOPIR TAKSI)

Bang Jali, sudah menekuni profesi sebagai sopir taxi selama puluhantahun. Karirnya dimulai sejak zaman perusahaan taxi di DKI masih bisadihitung dengan jari. Jumlah armadanya juga masih sangat terbatas.

Betawi asli kelahiran Kuningan (Setiabudi) ini sepertinya sudah betahdengan profesinya. Buktinya, tidak ada niat untuk alih profesi. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai pemerah susu di tahun tujuhpuluhan. Saat itu, Kuningan sedang ngetop-ngetopnya sebagai sentrasapi perah. Sampai angin modernisasi berhembus dan memindahkan lokasipeternakan sapi perah ke daerah Pondok Rangon.

Terpikir olehnya untuk beralih profesi, karena ia tidak ingin hidupjauh dari keluarga besarnya, yang masih betah tinggal di Setiabudi. Cuma, tidak terpikir olehnya untuk ganti pekerjaan menjadi anggota DPRatau anggota kabinet, yang sekarang makin ganas memeras duit rakyat. Padahal kalau itu terbersit dalam pikirannya dahulu, pastilah ia sekarang menjadi pejabat yang sukses.

Dengan uang yang dimilikinya, ia bikin SIM, dan mulailah ia nariktaksi. Sambil sesekali jadi calo tanah atawa rumah kontrakan. Sampaikini. Dari masih bujangan sampai hampir punya cucu. Nyak Babenya satu persatu meninggalkan dunia fana. Cuma ninggalin sepetak tanah yang sudah habis dibagi empat belas bersaudara. Sebagian tanah bagiannya sudah dijual buat pergi haji bareng istrinya serta buat biaya sekolah empat orang anaknya. Nggak perlu tinggi-tinggi. Cukupsampai SMA. Yang perempuan nunggu jodoh datang. Yang laki-laki mulaicoba-coba cari duit sendiri. Ngojek atau jadi pak ogah di persimpanganatau di putaran jalan.

Di atas sebagian sisa tanah yang masih dimilikinya, berdiri rumah sederhana yang cukup untuk bang Jali, istridan 5 orang anaknya. Itu pun sudah tidak utuh miliknya, karena hampirseparuhnya sudah jadi milik orang lain. Tanah itu dijual semeter demisemeter untuk memenuhi kebutuhan bang Jali yang mendadak. Tidak perluakte Notaris. Cukup selembar kuitansi dan tanda tangan bang Jali danseorang saksi, yang biasanya merangkap calo, maka hak atas tanah itupun berpindah. Bang Jali tidak tahu pasti, kapan sisa tanah miliknya bakal dibelideveloper. Yang pasti, beberapa saudaranya sudah menjual tanahbagiannya dan kemudian pindah ke pinggir kota seperti Lenteng Agung, Citayam atau bahkan lebih jauh lagi. Kemajuan zaman sudah sulitdibendung lagi. Cepat atau lambat, Bang Jali beserta istri dan jugaanak-anaknya, terpaksa menyingkir dari Setiabudi. Satu hal yang terus dihindarinya sejak dulu. Entah sampai kapan.* * * * *

Suatu saat, ketika mangkal di Gambir, ia dapat penumpang yang mintadiantar ke Kebayoran Baru. Salah satu daerah elit di Jakarta. Kebetulan sang pendatang, masih muda belia, baru sekali datang ke Jakarta, dengan tujuan mencari pekerjaan, dan sementara ia tinggal di rumah familinyayang sudah hidup mapan. Katanya, saudaranya akan membantunya mencaripekerjaan. Kalau di kampung, katanya cari pekerjaan susah. Paling-paling jadi petani. Kalau di Jakarta, masih ada harapan dapatpekerjaan layak. Sukur-sukur bisa kerja di bank atau perusahaan asing. Atau jadi pegawai negeri.

Tidak diketahui asal muasalnya, pembicaraan mereka sampai ke masalah banjir besar di Jakarta tahun 2002 lalu. Seperti bensin disambar api,kontan bang Jali semangat bercerita. Ketika itu, taksi sedang melintasdi wilayah Senayan. Bang Jali langsung ngecap. Setidaknya, dia inginjadi tuan rumah yang baik bagi para pendatang. Dia mencoba jadi pemandu. "Di sini adalah lokasi paling tinggi di Jakarta." "Maksud abang ?" tanya sang penumpang rada penasaran. "Ya paling tinggi, diukur dari permukaan laut. Tempat ini sekarang dijadiin indikator banjir di Ibu kote ini." Kata bang Jali.

Suasanahening sejenak. Bang Jali melanjutkan ceritanya. "Artinye, kalo di sini ketinggian air sudah semate kaki, kote Jakarte ini sudah kagak kelihatan lagi di Peta. Ude jadi bagian dari Samudera Indonesia. Paling cuma emas Monas aje nyang kelihatan. Itu juge kalo ade nyangj again tiap hari. Tapi ane sih kagak yakin. Sandal jepit rade klimisaje ilang kalo nggak dijagain sendiri! Kan ente tahu sendiri, di negeriini, makin banyak penjaganye, makin gede angke resiko kehilangannye! "

Lampu lalu lintas menyala merah. Taksi berhenti di bunderan PatungPemuda Membangun. Para pendatang lebih suka menyebutnya Patung Obor. Kalangan anak muda menamainya patung Pizza Man, karena mirip-miriporang bawa baki berisi pizza.

"Abang serius?" tanya sang penumpang, semakin penasaran.
"Ente nggak percaye? Coba bayangin kalo ketinggian air di daerah sini udah setinggi mate kaki patung itu. Ape nggak kerendem semuewilayah di Jakarte ini?". Kata bang Jali dengan nada tinggi.

Lampu lalulintas menyala hijau. Bang Jali kembali tancap gas. Sang penumpang cumabisa melongo. Sialan. Untung cuma ketipu omongan.

MENJUAL SISIR PADA BIKSU

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)

Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. C menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"




MORAL DARI CERITA

Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :

1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.

Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."

"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita."
Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3


Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%.

9 Hal Yg Tdk Dimengerti Cewe² n Jwbannya

1. Cewek tidak akan pernah tahu mengapa cowok harus berani..
karena cowok tahu, walau tampak dari luar mereka berani, sebenarnya cowok paling lemah.walaupun demikian cowok selalu ingin menjaga orang terpentingnya yg ada disisinya ingin dinilai terbaik.

2. Cewek tidak akan pernah tahu mengapa cowok tidak suka menangis
cowok bukan tidak punya airmata, tapi cowok tahu, sekali meneteskan airmata, perasaan ini akan berakhir.

3. Cewek tidak akan tahu, disaat cowok itu putus dengan cewek, cowok tetap akan melindunginya dari jauh
karena cowok tahu, skrg hanya lah sebatas teman..
hanya ingin mengenang akan kenangan yg pernah ada antara mereka berdua

4. Cewek tidak akan tahu, disaat cewek dijahili, cowok akan sangat marah demi untuk membela ceweknya
karena cowok tahu, walau dia akan kalah, tapi ia tetap merasa senang karena dapat melindungi org yang disayanginya
cowok lebih memilih dia yang sakit daripada ceweknya

5. Cewek tidak akan tahu disaat cowok putus cinta, cowok akan berusaha untuk memabukkan dirinya sendiri
karena cowok tahu, jika sekarang ini dia tidak mabuk, ia akan melewati hari yg sangat susah, karna ia masih menginginkannya

6. Cewek tidak akan tahu, mengapa cowok mesti bersifat tidak pelit
karena, cowok rela jika dia sendiri yang irit, dan tidak akan mau diremehkan orang lain.

7. Cewek tidak akan tahu mengapa cowok selalu memarahi cewek
karena cowok tahu, memarahi seseorang yg dicintai bukanlah cinta, tapi mending cowok menjadi peran jahat dari pada disuatu saat nanti ceweknya dimarahi dan dibohongin orang lain

8. Cewek tidak akan pernah tahu mengapa cowok cemburu akan masa lalu dengan mantan cewek
bukan berarti cowok tidak pede akan perasaannya dengan cewek, tetapi cowok takut akan kehilangan ceweknya..

9. Cewek tidak akan tahu mengapa cowok tidak ngomongin I LOVE U dengan cewek nya
Bukan cowok tidak mau tetapi mereka ngerti, beribu² kata I Love U tidak akan cukup jika cowok itu tidak mampu mempertahankan cewek itu ke pelaminan

Rabu, 10 Februari 2010

Sebuah Koin Penyok

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu
arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.
Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya
sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut
memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, sandang dan
pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering
marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang
layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin
bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan,
yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu.
Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok, " gerutunya kecewa.
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.
"Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu
memberi saran.
Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor.
Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia
lakukan dengan rejeki nomplok ini.

Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu
sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena
istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan
jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar,
dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel.
Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada
waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar
kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin
itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar
dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai
istrinya.

Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa
lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia
melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah
barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak
berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200
dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya
menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak
ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat
itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati,
merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya
berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan ? Apa yang diambil oleh perampok tadi?"
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa..
Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam
dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas
segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika
datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Senin, 08 Februari 2010

kenapa ada saku kecil di celana jeans?


Pernah tidak terlintas kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya sekadar tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin merupakan ciri khas celana jeans.

Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872.

Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan “bleu de GĂ©nes“, yang berarti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.

Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja tambang emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan “temuannya” dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut “Genes”, yang oleh Strauss diubah menjadi “Blue Jeans“.

Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan “menobatkan” celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan sebutan “those pants of Levi`s” atau “Celana Si Levi”. Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.

Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah “Levi’s 501“.
Alasannya:

Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan.

Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu masih tetap ada. Tentu saja sekarang fungsinya sekarang tidak lagi digunakan sebagai tempat menyimpan butiran emas.