Senin, 02 Agustus 2010

semangkok bakmi panas

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

Minggu, 20 Juni 2010

Saya Sering Membuat Ibu Menangis....

Ini adalah sebuah kisah,, sebuah cerita ,,, sebuah ungkapan dan curahan hati akan besarnya kasih sayang dari seorang ibu...
Kasih sayang yang tulus tanpa mengharap balasan apa-apa....

Ibu memang muara kasih, yang penuh cinta dan kasih sayang,, tapi tidak jarang kita sebagai seorang anak,, melupakan hal itu,,, kita bukan membuatnya bangga tetapi malah membuatnya menangis..... begitu juga yang pernah dan sangat sering saya lakukan....

Ini adalah kisah ku,,,, kisah penyesalan,, karna AKU SERING MEMBUAT IBU MENANGIS.....

aku adalah seorang anak ke terakhir dari empat bersaudara yang tinggal di sebuah kota kecil di Sumatera Selatan.... Aku rasa aku adalah anak yang paling beruntung karena mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayangi ku.... terutama ibu....

Pada suatu waktu,,, saat itu ketika aku berumur 9 tahun, aku masih duduk di bangku kelas 3 SD... Hari itu (saya lupa hari apa tepatnya) aku pulang cepat dari sekolah karena guru rapat, dan aku pun langsung berencana untuk main dengan teman2 sepulang dari sekolah.. Ketika sampai dirumah,,, terlihat ibu berdiri di teras,, menunggu ku yang sudah terlihat dari kejauhan. Dia pun menyambutku , mengajak ku masuk dan mengganti pakaian ku,,, lalu menyuruh ku makan,, tapi aku langsung menolak karna aku ingin main dengan teman2 yang sudah menunggu ku. Ibu melarang, dan baru mengizinkan pergi setelah aku makan.. aku marah, lalu langsung lari keluar rumah,,, ibu mengejar ku sambil berteriak memanggil nama ku... aku terus berlari dan tidak memperdulikannya. ketika menyebrang jalan... tiba2 aku mendengar suara deritan rem mobil,, dan ada sebuah benda keras yang menghantam tubuh ku... lalu aku tidak tahu apa2 lagi....

ketika aku terbangun,, yang ku rasakan sekujur tubuh ku terasa sakit dan ngilu,,, dan ku lihat disamping ku,,, ibu sedang menangis,, dan tiba2 ia tersenyum saat melihat aku sadar..... lalu dia mencium ku dan menangis lagi.. lalu aku bertanya... "kenapa ibu menangis,,, apakah ibu marah kepada saya?" lalu ibu menjawab.. "tidak sayang,, ibu tidak marah marah, tapi ibu hanya sedih karena ibu tidak bisa menjaga kamu".... mendengar itupun aku diam...

Setelah kejadian itu, aku selalu berusaha untuk menuruti kata2 ibu,,, karna aku tidak mau membuat ibu menangis lagi..
Tapi suatu waktu, saat itu aku duduk di kelas 2 SMP....
karena pengaruh teman2, aku melakukan sebuah kesalahan yang amat besar. aku dan 3 orang temanku mengeroyok seorang siswa baru sampai dia babak belur dan masuk rumah sakit. Karena kejadian itu kepala sekolah memanggil ibu dan mengatakan kalau aku dikeluarkan dari sekolah,, tentu saja ibu berusaha dengan sekuat tenaga agar kepala sekolah bisa memberi keringanan. tapi kepala sekolah mengatakan itu adalah tuntutan dari orang tua siswa yang kami keroyok. Tapi ibu tidak menyerah, ibu memberanikan diri dan memprtaruhkan harga dirinya untuk memohon kepada orang tua siswa tersebut untuk mencabut tuntutannya. melihat kesungguhan ibu,, akhirnya tuntutan itu pun dicabut dan aku tidak dikeluarkan dari sekolah. Setelah kejadian itu,, ibu mengacuhkan aku, dia tidak pernah mau menyapa dan tidak lagi memperdulikan ku. Ke esokan harinya, ketika ayah pulang dari luar kota, ayah langsung murka setelah tau apa yang telah terjadi,, ayah menempeleng dan menghajarku sampai aku tidak bisa berbicara dan berdiri lagi..... ketika ayah ingin memberikan pukulan selanjutnya,,, tiba2 ibu berlari ke arah ku dan memelukku sambil menangis.... dia memohon kapada ayah untuk berhenti menghukumku.. lalu ayah pun pergi.
setelah ayah pergi, ibu menggendongku ke kamar,, diletakkannya aku di atas kasur dan obatinya lukaku,, aku hanya bisa meringis sambil menangis,, tapi tak bisa bersuara,,, terlihat olehku ibu juga menangis, deras sekali tangisannya dan dia juga tidak bersuara.... dia mengusap semua luka2 ku,,,, lalu dia menciumku.... terbata2 lalu aku berkata..."ibu,,, maafkan aku,,, ibu jangan menangis, apakah ibu marah pada ku?' lalu ibu menjawab... "tidak nak,, ibu menangis bukan karena ibu marah,, tapi karena ibu tidak bisa melindungimu"...
mendengar ibu berkata seperti itu,, aku menangis lebih kencang lalu memeluk ibu,,, dan dalam hati aku berjanji tak kan membuat ibu menangis lagi...

Waktu pun berganti,,
tak terasa aku sudah lulus SMA,,, dan dalam kurun waktu itu,,, aku sangat senang karena aku tak pernah membuat ibu menangis...
Tapi ketika tiba waktu aku harus pergi ke keluar kota untuk mencoba mengadu nasib... .
Aku berpamitan sebelum pergi,,, aku memeluk ayah,, kakak-kakak, dan terakhir ibu...
Kulihat ibu menangis,,, tapi terlihat sekali dia mencoba menahan tangisannya sehingga yang terdengar hanya desahan2 kecil yang semakin terdengar pilu...
Lalu aku memeluk ibu,, aku mencium nya dan mengusap air matanya... lalu aku bertanya.. "ibu, kenapa ibu menangis? apakah ibu tidak ingin aku pergi?"..
lalu ibu menjawab..."tidak nak,,, ibu menangis bukan karena ibu tidak ingin kau pergi,, tapi ibu menangis karna ibu tak tau kapan kau akan kembali"... ia menjawab sambil menangis,,, dan bagi ku itu adalah kesedihan ku.....
aku lalu menjawab.."ibu jangan khawatir,, aku akan segera kembali untuk ibu"... lalu aku pun melangkahkan kaki, naik ke bus sambil melambaikan tangan pada mereka,mereka juga melambaikan tangan, kecuali ibu yang hanya mematung dengan mata yang berurai air mata.. tak terasa air mataku jatuh,,, aku membayangkan ibu,,, pelukannya,, ciumannya,, dan kasih sayang nya,,,,yang pasti akan sangat aku rindukan......
IBU AKU AKAN KEMBALI untukmu.........

Tak terasa, setelah setahun bekerja diluar kota, aku akhirnya memutuskan untuk pulang, menemui keluarga,, dan pastinya Ibu yang sudah sangat aku rindukan....
ketika aku tiba,, terlihat mereka semua sudah menungguku di terminal... terlihat ayah, kakak, dan ibu disana.... aku melihat ibu.. dia semakin tua... dan aku tiba2 membayangkan tangisannya...
dalam hati aku bertanya apakah ibu akan menangis???

aku turun dari bus dan langsung menemui mereka. ku peluk ayah, ku peluk kk, dan akhirnya kupeluk orang yang sangat ku rindukan,,, IBU...
Ibu tidak menangis,, tidak sama sekali.. malah dia tersenyum melihatku...
Melihat itu tiba2 air mataku jatuh dan aku menangis...
ibu lalu mengusap air mata ku... dan bertanya..."nak,, mengapa kau menangis?? apa kau tidak bahagia bertemu ibu?".....
lalu aku menjawab... "aku menangis bukan karena tidak bahagia menemui ibu.... tapi aku menangis karena teringat betapa sering AKU MEMBUAT IBU MENANGIS...."
lalu ibu pun menangis dan kami berpelukan....

IBU... AKU MENCINTAIMU..... dan aku berjanji aku tak kan membuatmu menangis lagi,,,, karna tangisanmu adalah kesedihanku,,, dan senyumanmu adalah kebahagiaan ku.....

Rabu, 16 Juni 2010

Kasih sayang Ayah

Ayah mengutamakan pria meremehkan wanita, kesan ini sudah berurat akar dalam sanubariku sejak masa kanak-kanak.

Sejak kecil hingga dewasa, aku selalu mendapat pakaian bekas abangku.
Bagaimanapun seorang gadis yang mengenakan pakaian abang yang longgar dan usang,
rasanya sangat janggal. Saat pulang sekolah, aku selalu berlengah-lengah jalan di belakang,takut kepergok teman-temanku, yang akan mengejek dan mentertawakan sebagai bocah gadungan.

Abangku seorang laki-laki cacat, lebih tua 5 tahun dariku. Meski aku anak perempuan, tapi aku sangat tekun belajar, setiap ujian aku selalu dapat ranking pertama.

Seharusnya akulah yang paling pantas di sayang ayah. Karena hal ini,
aku selalu tidak terima akan sikap ayah terhadapku, aku menganggap ayah pilih kasih.
Suatu hari saat tahun baru, ayah lagi-lagi membelikan pakaian baru untuk abang, sedangkan aku tidak satu pun.
Akhirnya aku tak tahan lagi, melabrak ayah sambil berteriak : “Kau pilih kasih! Aku benar-benar tidak mengerti, ia hanya seorang laki-laki cacat, apa bagusnya meski berpakaian bagus sekalipun!
”mendengar itu, bukan main marahnya ayah dan menamparku.
Aku tidak menyerah dan mengangkat kepalaku, bak seekor singa yang lapar aku meraung sambil menatap ayah
“Aku tahu kau memandang rendah padaku, ayo pukul lagi! Kalau perlu bunuh saja sekalian!”muka ayah merah padam saking marahnya, kemudian hendak menampar lagi, tapi dicegah oleh ibu.

Sejak itu, aku makin benci sama keluarga ini, aku belajar dengan tekun,
dan berencana hendak meninggalkan keluarga ini setelah lulus ke perguruan tinggi
Abangku hanya sekolah beberapa tahun, setelah itu berhenti dan tinggal di rumah, prestasi belajarnya selama ini sangat memuaskan. Tapi tidak merasa menyesal untuknya, malah aku merasa nyaman “Siapa suruh kau cacat ?”

Setelah lulus SMU aku berhasil diterima di sebuah lembaga ilmu kedokteran.
2 tahun kemudian, aku menjalin asmara dengan seorang pria, kami berunding untuk membeli rumah di daerah kota.
Keluarga laki-laki tinggal di desa, keadaan ekonomi juga biasa-biasa saja,
kami telah menyimpan sebagian tabungan, tapi untuk kredit rumah masih kurang.
Aku harap keluarga bisa memberi sebagian tambahan, dan ketika aku menceritakan hal ini sama ayah, tak disangka ia langsung menolaknya “Uang tabungan keluarga dibutuhkan untuk biaya abangmu memperistri nanti!
Masalah pembelian rumah, kau pikirkanlah sendiri! Kalau uangmu tidak cukup,
tidak perlu beli yang terlalu besar!”ayah yang tidak mengerti perasaan membuat aku sungguh sangat kecewa.

Belakangan akhirnya pernikahan abang telah dibicarakan dan disetujui, yaitu seorang gadis desa tetangga yang polos.
Ayah mengeluarkan puluhan ribu dollar dan dengan cukup meriah menyelenggarakan pernikahan mereka.

Setelah menikah, aku juga sudah jarang pulang ke rumah. Beberapa hari yang lalu ayah ulang tahun yang ke-60 tahun, ibu meneleponku, tapi aku menolak dengan alasan lagi sibuk dan mungkin tidak bisa pulang.
Dengan kecewa ibu menutup telepon. Suamiku mengatakan, tidak baik kalau ulang tahun ayah sampai tidak menyempatkan diri untuk pulang. Suamiku memberi berbagai nasihat, dan akhirya aku pulang juga.
Ayah tampak sangat gembira, sibuk kesana kemari sambil bersenandung. Aku merogoh $ 200 untuk ayah.
Tapi Ayah menolaknya dengan alasan “Kalian juga bukan keluarga berada, simpanlah untuk kebutuhan sendiri nanti!”dengan nada datar aku berkata “Benar!Saat aku menikah juga tidak ada apa-apa, kami membeli sedikit demi sedikit,dan sudah hampir lengkap seperti yang dimiliki abang. “Ayah tahu ada makna lain dalam ucapanku, setelah itu tidak bicara lagi, dan sepanjang hari tidak terdengar lagi nyanyian falls-nya itu.

Malamnya, aku tidur bersama ibu. Pada malam itu ibu mengatakan “Dara manis, lain kali tidak boleh berkata begitu sama ayah,karena marah ayahmu hari ini menyeka air matanya!”aku berbisik pelan “Siapa suruh dia pilih kasih!”
ibu menarik napas panjang lalu berkata “Sayang, tahukah kau kenapa kaki abangmu cacat ?”aku menggelengkan kepala.
“Saat kau masih anak-anak, suatu ketika ayah membawamu dan abang menumpangi traktor pergi ke pekan raya, tapi traktor itu terbalik di tengah jalan, dengan instingnya ayah memelukmu dan meloncat keluar.
Namun, ketika ayah kembali lagi mencari abangmu, kaki abangmu telah tertindih di bawah roda.
Abangmu kemudian di bawah ke rumah sakit, dan meski nyawanya selamat, tapi meninggalkan cacat seumur hidup.
Dan sampai sekarang Ayahmu masih merasa sangat bersalah, Ia tidak melindungi kalian dengan baik sekaligus.
Tapi Ayah juga tidak mau aku menceritakan hal yang sebenarnya padamu, ayah takut kau akan memikul beban jiwa yang berat……”
Aku termangu, dan air mata berlinang membasahi wajahku.

Nikah emas

Di sebuah perjamuan makan malam, tamu undangan mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yg pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan ke-50 tahun. Tamu yg hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tsb msh saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Bnyk pasangan tamu yg berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pd saat jamuan makan mulai spt biasa tamu2
duduk di meja bundar untuk menikmati makanan yg disediakan.
Pada meja kakek dan nenek tsb telah terhidang masakan ikan
kesukaan mrk berdua. Dgn penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya
sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke
piring istrinya.
Sang istri terdiam…. Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca,
dgn terbata-bata berucap : " 50 th lamanya aku menjadi
istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu,
Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yg kita
lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yg kita jalani bersama.
Selama 50 th kau selalu memberikan kasih sayang dan semua
yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala
apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yg paling tidak
aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu dan tidak
ingin membuatmu kecewa"
Sang kakek terpana….. . Dgn suara parau dan mata berkaca kakek
tsb berkt : "50 th aku lalui segala rintangan & kebahagian bersamamu, istriku . Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yg tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah dngku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yg terbaik yg aku mampu sbg tanda betapa aku sangat mengasihimu dgn segenap hati. Bagian yg paling aku suka dr masakan ikan adalah bagian kepala, oleh krn itu selalu
kuberikan kepadamu krn aku selalu ingin memberikan yg terbaik
hanya untukmu. Selama bertahun2 kita menikah, selama ini kita
hidup bahagia meskipun pd awal pernikahan kita hidup sederhana
tetapi kau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya utk
membahagiakan dan memberikan yg terbaik bagimu & anak2 kita.
Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti,
tapi ternyata kita tidak saling memahami ". Betapa sang nenek hrs
menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya utk
membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus merelakan bagian kepala
ikan yg sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang istri.

Si nenek selama 50 th sdh melakukan penundukan diri begitu juga si
kakek dia sdh mengasihi si nenek, tp ternyata ada kekecewaan
disana.

Minggu, 13 Juni 2010

Jokes Guru dikerjain muridnya

Seorang Guru SD kelas 2 sedang menerangkan soal Matematika, kemudian guru itu menunjuk salah satu muridnya untuk menjawab pertanyaan.

"Amin... coba jawab pertanyaan ibu, kalo ada 5 ekor burung di pagar kemudian seorang pemburu menembak mati salah satu dari burung tersebut, sekarang berapa sisa burung yang ada di pagar?", tanya Bu Guru.

"Abis dong bu...", jawab Amin dengan yakin.
"Salah Min.. coba kamu pikir lagi jawabannya", bantah Bu Guru.
"Iya bu.. jawabannya abis..!", Amin mencoba mempertahankan pendapatnya.
"Ya sudah, tolong kamu jelasin kenapa jawaban kamu begitu..!"
"Begini bu.. khan ada 5 ekor burung.. di tembak satu.. terus darahnya kemana-mana khan bu.. trus temen-temennya jadi panik dan pada ngabur.. jadi burung yang tinggal di pagar itu nggak ada lagi.", jawab Amin.

"Sebenarnya jawaban itu bukan yang ibu minta, jawaban yang benar adalah 4, tapi Ibu suka cara kamu berpikir..", kata Bu Guru.

"Bu guru boleh tanya ga?", teriak Amin.
"Silahkan Amin.. mau tanya apa?", jawab Bu Guru.

"Ada 3 Cewek lagi makan ice cream. Cewek Pertama makan dengan cara jilatin ice creamnya, Cewek Kedua makan dengan cara menggigit ice creamnya, trus Cewek Ketiga makan dengan cara ngemutin tuh ice cream. Pertanyaannya, yang mana diantara 3 Cewek tersebut yang sudah menikah?", tanya Amin.
Ibu guru kaget sejenak tetapi karena tidak mau mengecewakan muridnya, ibu guru menjawab, "Yang sudah menikah adalah Cewek yang ngemut ice creamnya..".

"Salah bu.. yang sudah menikah adalah cewek yang pakai cincin kimpoi. Tapi tidak apa-apa.. saya suka cara ibu berpikir.."

kisah Jam Dan Pembuat Jam

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam,
apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"
"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping- ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan. "Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? "Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh
luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu
berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.



Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

Rabu, 26 Mei 2010

jangan suka tanya-tanya jam ama orang laen

Seorang pemuda sedang dalam perjalanannya kembali ke Jakarta dengan kereta Senja Utama. Persis didepannya duduk seorang bapak. Setelah lama berdiam diri, sambil menguap si pemuda bertanya kepada bapak tersebut, "Jam berapa sekarang, Pak?"


Sebuah pertanyaan yang biasa kita tanyakan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun khan??? Dan biasanya kita selalu dapat jawaban.

Namun kali ini sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang bapak agak kurang pendengarannya, pemuda tersebut mengulanginya sampai 3 kali.

Namun si bapak diam tidak bergeming sedikitpun. Karena kesal, pemuda tersebut langsung mencolek bapak tersebut dan berkata, Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya?? Apa sich susahnya?

Si bapak bilang, "Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, sampai nanti kita jadi akrab".

Si pemuda melongo mendengar ceramah bapak tadi.

Terus dia tanya lagi, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab?"

Si bapak bilang, "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir,kalau kita akrab, nanti kita akan turun sama-sama. Terus saya pasti mengenalkan mereka sama kamu."

Si pemuda tambah bingung dan penasaran. "Terus pak??" tanyanya lagi.

"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu mampir ke rumah. Nanti kamu mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya.

Nanti lama-lama kamu bisa akrab sama anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya. Lama-lama kamu bisa jadi menantu saya," katanya lagi.

Si pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung. Lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang pertama??"

Sambil berdiri bapak tersebut menjawab dengan lantang, "Masalahnya? ...,
SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU.
JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA!"

Rabu, 19 Mei 2010

dokter vs montir

Ada seorang montir yang tinggal berseberangan dengan dokter bedah jantung. Si montir ini hanya berpenghasilan sekitar 1-2 juta perbulan dari bengkel yang dimilikinya sendiri. Si dokter bedah jantung tersebut memiliki penghasilan 25-30 juta perbulan dari rumah sakit yang sama sekali bukan miliknya.

Suatu hari si montir mendengar hal tersebut dan merasa tidak terima dengan perbandingan penghasilan yang demikian besarnya. Esok paginya, dipanggillah si dokter bedah jantung tersebut ke bengkelnya si montir.

Montir: "Pak Dokter, saya tidak habis pikir bagaimana Anda bisa menghasilkan sekian puluh juta perbulan dengan hanya melakukan operasi kepada beberapa pasien saja.
Sementara saya yang melakukan operasi kepada sekian puluh mobil perbulan hanya menghasilkan sekian juta saja. Menurut saya, profesi Anda yang melakukan operasi jantung tidak berbeda dengan mesin mobil yang saya perbaiki di sini"

Dokter: "Boleh saya tahu bagaimana cara Anda melakukan operasi?"
Montir: "oh tentu . ini contohnya ." Sambil menunjuk ke mobil Benz yang mengalami kerusakan pada poros putaran di bagian dalam mesinnya. "Ini kan sama saja dengan jantung manusia ."
Dokter: "Betul ."
Montir: "Kalau saya betulkan bagian ini, maka jantung si mobil akan berfungsi normal lagi . Jadi sama saja dengan pekerjaan Pak Dokter dong???"
Dokter: (dengan nada sangat sabar) "Betul . Tapi coba Anda membetulkan mesin mobil tersebut tanpa mematikan mesinnya ."

Moral Cerita :
Ha..ha..
Jalanilah kehidupan ini dengan apa adanya. Janganlah mengharapkan hal yang bukan-bukan dan membandingkan satu sama lain. Yang akan menjadi bagian Anda selamanya akan menjadi milik Anda, namun kalau bukan bagian Anda bagaimana Anda dapat mengejarnya?

Selasa, 18 Mei 2010

never give up

Hari 1. Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel:"bang, beli nasi goleng satu "
abang:"apa...?" (.....ngeledek.)
cadel:"Nasi Goleng!
abang:"Apaan...?(.....Ngeledek lagi.)
cadel:"Nasi Goleng!!!"
abang:"ohh nasi goleng..."
Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2. Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi
cadel:"bang...,saya mau beli NASI GORENG,bungkus!!!"
abang:"ohh...pake apa?"
cadel:"...pake telul..." Sambil sedih...
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telur" sampai benar.

Hari 3. Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel:"bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!!Bungkus!"
abang:"ceplok atau dadar ?"
cadel:"dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel:"bang...,beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang:"hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del."
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?" sambil senyum ngeledek.
Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Moral Cerita :
INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN MENYELAH YACH !! MELDEKA !!

Be Thankful for what u've got!






Sekitar 16% dr penduduk di Ethiopia ini hidup dengan kurang dari 1 dollar/hari (2008). Sekarang dolar 9ribu+ kita buladin aja ya gan jadi 10ribu..
Nah bayangin.. Kalo kita salah satu dari 16% itu.. Cuma pegang duid 10ribu.. Jaman sekarang aja di tanah air kita ini 10ribu bisa beli apa?
Palingan cukup buat makan 1x sehari.. Blom lagi buat memenuhi kebutuhan" kita yang lain gan..

65% dari rumah tangga di pedesaan Ethiopia mengkonsumsi Organisasi Kesehatan Dunia standar minimum makanan per hari (2,200 kilokalori), dengan 42% dari anak-anak di bawah 5 tahun yang kekurangan berat badan.

Kebanyakan keluarga miskin (75%) berbagi ruang tidur dengan hewan ternak, dan 40% dari anak-anak tidur di lantai, di mana malam hari rata-rata suhu 5 derajat Celcius di musim dingin.
Rata-rata jumlah anggota keluarga adalah enam atau tujuh, hidup dalam 30 meter persegi lumpur dan ilalang gubuk, dengan kurang dari dua hektar lahan untuk menanam.
































neh video nya:



sbenernya posting ini bwt menyadarkan mreka yg tidak mensyukuri atas apa yg mreka punya, terlebih khususnya bagi yg suka buang2 makanan!!!!!

Sabtu, 15 Mei 2010

life is like "bawang bombay"

Kehidupan itu seperti bawang bombay
Sebuah kado bagi yang telah menikah:
Semoga mensyukuri kehidupan pernikahan

------------ --------- --------- --------- --------- --
Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan.

'Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda?
Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas.
" Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini"
Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis.Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama,tetangganya.Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya,nama suami serta nama anaknya.Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.

Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata :
"Coret satu lagi !!"
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama.
Nama orang tuanya.
"Silakan coret satu lagi !"

Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya.

Seketika itupun pecah isak tangis di kelas.
Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya :
"Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi.

Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?"
Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas.
Menunggu apa yang hendak dikatakannya.

" Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya.
Anakpun demikian.
Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga.
Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."
............ ......... ......... ......... .....

Kehidupan itu bagaikan bawang bombay.Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis.
Dan adakalanya kita dibuat menangis.

Kamis, 13 Mei 2010

Kisah Ayam Jago

Ceritanya di sebuah peternakan ayam ada 25 Ayam betina dan 1 ayam jago (jantan)yang umurnya sudah tua sekali.
Karena merasa ayam jago yang tua tadi sudah melewati masa produktif-nya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.

Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25, kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.
Si Muda: Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo, pokoknya semua buat aku aja.
Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja, siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada disini.
Si Muda: Boleh saja! Mau lomba apa ?
Si Tua : Lomba lari 100 m.
Si Muda: Ok, gak masalah
Si Tua: Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 25m.
Si Muda: Boleh (dengan penuh keyakinan).
Lomba lari dimulai.
Ayam jago tua lari dulu 25 meter baru kemudian ayam jago muda hampir bisa nyusul ayam tua, tiba-tiba si ayam jago muda menggelepar dan mati seketika ditembak oleh pemilik.
Sambil memungut ayam muda tadi, si pemilik menggerutu "SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO KE SEPULUH YANG AKU BELI BULAN INI. BUKAN-NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR-NGEJAR SI JAGO JUGA"

Moral Cerita :
Kesombongan dan keserakan bisa merugikan diri sendiri. Mari kita belajar untuk lebih bisa mengalah dan tidak ingin banyak memiliki. Seperti kata pepatah :semakin sedikit yang dimiliki (berwujud) maka semakin sedikit pula kilesa"

Rabu, 12 Mei 2010

Ketika hati mnciptakan jarak

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?” Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan, “Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang
bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.”

i hope semua orang bisa saling bebagi ketika mereka sedang marah..karena kemarahan hanya menjauhkan 2 hati yang terdekat sekalipun…
Face your day with Smile

Selasa, 11 Mei 2010

Botol acar ajaib

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari
di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong
celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu.
Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang
dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol
itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika
isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu,
mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti
harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur,
menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa
keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar.
Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di
antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank,
Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau tidak
perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada
nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu."
Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank,
Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan
bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.".

Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli
es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang
vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu
menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di
rumah, kita isi botol itu lagi."

Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol
yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring,
kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah
berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau
pasti bisa kuliah. ayah jamin."

Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan
lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah,
waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar
tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu
sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana.
Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping
lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.

Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi
aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan.
Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih
nyata daripada kata-kata indah.

Setelah menikah, kuceritakan kepada susan, istriku, betapa pentingnya
peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku,
botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam
keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi
botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah
diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan
buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di
ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari
seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya
sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan
keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata
berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."

Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami
habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk
berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka.
Jessica menagis lirih. Kemudian susan mengambilnya dari pelukan Ayah.
"Mungkin popoknya basah," kata susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar
tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.

Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia
meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan
tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. "Lihat," katanya lembut,
matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai,
seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua
itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.

Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan
segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam
botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica
dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan . Aku tahu,
Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.

Minggu, 09 Mei 2010

7 Keajaiban Air Mata

Siapa bilang menangis tak ada gunanya?
Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak.

Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran apa saja?

Ada beberapa alasan manusia untuk menangis:

1. Menangis karena kasih sayang & kelembutan hati.
2. Menangis karena rasa takut.
3. Menangis karena cinta.
4. Menangis karena gembira.
5. Menangis karena menghadapi penderitaan.
6. Menangis karena terlalu sedih.
7. Menangis karena terasa hina dan lemah.
8. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9. Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.
10. Menangis orang munafik - pura-pura menangis.


7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya didepan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa
meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.

Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak dan menangislah sebelum menangis itu dilarang.

Sabtu, 08 Mei 2010

putri yang sombong

Tersebutlah seorang putri raja dari cina yang sangat cerdas. Dia menjadi sombong dengan kecerdasannya itu. Ketika usia telah cukup untuk menikah sang raja bermaksud untuk mengadakan sayembara, sang putri tidak keberatan namun dia mengajukan syarat bagi mereka yang ingin menikahinya.. Setiap laki laki yang ingin mempersuntingnya harus mampu menjawab 3 pertanyaan yang dia ajukan. Bagi yang tidak mampu menjawab maka tiang gantungan telah menanti sebagai hukuman.

Demikianlah, puluhan pemuda mengakhiri hidup mereka ditiang gantungan tersebut karena tak mampu menjawab pertanyaan sang putri. Raja menjadi sangat khawatir dengan kondisi putrinya yang semakin menikmati permainannya, juga khawatir dengan usianya yang semakin bertambah namun tidak ada tanda tanda bahwa dia akan mengakhiri permainan gilanya itu serta khawatir semua pemuda terbaiknya mati sia-sia ditiang gantungan.

Suatu hari datanglah seorang pemuda pengembara dari tanah Bharata, dia mendengar cerita tentang sang putri dan berniat untuk mengakhiri permainannya. Dia mendaftar untuk bertanding dengan sang putri. Mendengar hal ini sang raja jadi gelisah karena pasti pemuda pengembara ini hidupnya akan berakhir pula ditiang gantungan. Dia menasehati sang pemuda agar mengurungkan niatnya untuk mengikuti pertandingan namun ditampik oleh sang pemuda yang telah bulat tekadnya untuk menghentikan kecongkakan sang putri.

Tibalah hari yang telah ditentukan, sang pemuda dan para penonton telah hadir dipendopo istana bersiap untuk mengikuti acara yang sangat menegangkan itu, namun sang pemuda tidak kelihatan tegang bahkan sebaliknya, dia duduk tegak bersila dengan tenangnya sambil terus menebar senyum. Sang raja dan para juri yang terdiri dari para pendeta dan penasehat istana telah duduk di masing masing tempat yang tersedia dengan harap-harap cemas. Tak berapa lama berselang datanglah sang putri berjalan ketengah-tengah pendopo dengan keangkuhan tersirat yang disebabkan oleh kecerdasannya. Duduk dengan kaki terlipat diatas kursi dan senyum sinis menghiasi wajah yang seharusnya sangat cantik itu dia melirik kearah sang pemuda.

Sayembara segera dimulai. Tampak sang putri berbisik ditelinga penterjemah yang segera berkata, “Wahai pemuda yang berani datang menantang sang putri, apakah engkau tidak takut digantung? Apakah engkau tidak sayang akan nyawamu berakhir sia-sia ditiang gantungan? Apakah engkau tidak sayang akan ketampananmu serta masa depanmu? Pulanglah sebelum terlambat.” Demikian kata penterjemah menyampaikan apa yang dibisikkan oleh sang putri, tampak sangat jelas dia memandang rendah sang pemuda. Walau kelihatan seperti menyayangkan keikut sertaan sang pemuda namun dari kata-katanya jelas tersirat bahwa sang putri sangat senang akan ada lagi korban yang jatuh dan dia tidak ingin sang pemuda mundur dari pendopo.

Sang pemuda hanya tersenyum sambil mempersilakan sang putri untuk menyampaikan pertanyaannya karena dia sudah tidak sabar lagi untuk menjawab.

Sang penterjemah membacakan pertanyaan pertama sang putri yang berbunyi, “Siapakah bapak yang mampu memperlakukan semua secara adil?”

Pemuda itu dengan suara tenang menjawab, “Dia adalah Matahari.”

Para juri terperangah karena untuk pertama kalinya ada orang yang mampu menjawab dengan tepat dengan santainya. Biasanya para pemuda terdahulu kalah pada pertanyaan pertama.

Pertanyaan kedua, “Siapakah ibu yang memakan anaknya setelah sang anak dilahirkannya?”

Kembali sang pemuda dengan tenangnya mengawab, “Dia adalah laut.”

Kini giliran sang putri yang keluar keringat dingin karena dua pertanyaannya dijawab dengan mudahnya. Dia berpikir sejenak sebelum mengajukan pertanyaannya yang ketiga. Setelah berpikir keras dia tersenyum karena merasa mendapatkan satu pertanyaan yang mustahil dijawab oleh siapapun, bahkan oleh para pendeta terpelajar sekalipun.

Pertanyaan ketiga adalah, “Pohon apakah yang setiap daunnya memiliki dua warna, hitam dan putih?”

Melihat sang putri tersenyum bahagia karena merasa yakin pertanyaannya tidak bakalan bisa dijawab, sang pemuda sengaja berlagak seperti orang yang sedang berpikir keras mencari jawaban, membiarkan sang putri menikmati angannya yang akan berakhir sebentar lagi. Hal ini ternyata membuat para hadirin dan juga sang raja menjadi sangat cemas, padahal tadi telah muncul harapan bahwa sang pemuda akan memenangkan sayembara ini. Setiap jawaban disambut tengan tepuk tangan yang sangat meriah. Namun berbeda dengan sekarang, suasana jadi sangat hening mencekam, setiap hati melantunkan doa kemenangan buat sang pemuda sehingga tidak akan ada lagi korban berjatuhan. Namun sang pemuda tidak segera menjawab, bahkan dia kelihatan berpikir semakin keras. Sengaja dia lakukan untuk memberikan kesempatan kepada sang putri menikmati angan kemenangannya lebih lama..

Sang putri yang merasa pasti menang menebar senyum bangga kearah hadirin namun ketika dia berpaling kearah sang pemuda senyum itu berubah menjadi sinis. Dia sangat senang atas hal ini dan berkata, “Wahai anak muda, sampai kapan engkau akan membisu seperti itu, akuilah bahwa engkau tidak menemukan jawabannya, orang-orang hebat seperti para pendeta yang telah renta karena ilmupun tidak tahu jawabannya apalagi anak kemarin sore sepertimu, oleh karena itu menyerahlah dan bersiaplah untuk menuju tiang gantungan, algojo telah tidak sabar menanti untuk memasang tali dilehermu, kasihan mereka terlalu lama menunggu sesuatu untuk dikerjakan, pekerjaan mereka hanya datang sesekali.”

Dengan tatapan tenang kearah sang putri sembari tersenyum, sang pemuda berkata, “Tuan Putri, jawaban hamba atas pertanyaan Tuan Putri yang ke tiga adalah Tahun.”

Gemuruh sorak sorai para hadirin karena akhirnya pertanyaan terakhir sang Putri terjawab juga walau mereka belum yakin jawaban itu benar, namun paling tidak mereka telah melihat guratan senyum disudut bibir para juri pertanda jawaban tersebut benar adanya.

Sementara dilain pihak, wajah sang Putri tiba tiba menjadi merah padam, marah dan kecewa setelah mendengar jawaban gamblang dari sang pemuda. Dia tidak habis pikir bagaimana si pemuda bisa tahu jawaban itu, sementara dia kelihatan berpikir keras dari tadi tapi ternyata dia dengan tenangnya dapat menjawab, sang Putri jadi curiga mungkin jawabannya itu hanya tebakan. Kemudian dia bertanya, “Kenapa jawabanmu Tahun, jelaskan!”

“Bagai sebatang pohon yang terus bertumbuh, tahun juga terus berjalan tanpa dapat dihentikan, daunnya adalah siang yang putih dan malam yang hitam.” Demikian jawaban sang pemuda pengembara. Sekali lagi hadirin bersorak riang gembira. Namun berbeda dengan sang Putri yang takabur itu, dia berteriak tidak terima kalah dan tidak mau menikah sembari ingin mengajukan pertanyaan lagi akan tetapi permohonannya ditolak sang Raja yang mengatakan bahwa jika Putri tidak mau mengaku kalah dan tidak mau menikah dengan sang pemuda maka dia harus mendapat hukuman yang sama seperti para pemuda yang kalah sebelumnya, hukuman gantung.

Akhirnya sang Putri mengaku kalah walau dengan terpaksa dan kemudian dipersunting oleh si pemuda dan diboyong kenegaranya yaitu Bharatawarsa.

Makna dari dunia itu sendiri adalah kehidupan karna tanpa hidup kita ga akan pernah tau dunia itu seperti apa,,,,tidak selamanya apa yang kita anggap benar itu…..tidak salah juga di mata kehidupan dalam bingkai dunia.

Jumat, 07 Mei 2010

Titik es dalam Hati

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab, tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pulang lebih awal dengan cepat sekali. Yang tidak sengaja terjadi adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya.

Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.

Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dihubungkan, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati "kedinginan"!!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, bagaimana dapat hidup terus?

Percaya dalam diri sendiri adalah sebuah perasaan hati. Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar.

Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri sering langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? Untuk jadi lebih mengerti kehidupan ini?

Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri, biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan membantu.

Kamis, 06 Mei 2010

renungan bagi yang married

Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.

Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit.

Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga. Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhantahun.

Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.

Semuanya merupaka catatan hal ? hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya."

"Anak - anak terlalu berisik, untung ada dia."

Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak? anak dan terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."

Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."

Ayah berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidakmungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan?

Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara - gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu."

Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"

Ayah hanya tertawa dan berkata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala dimalam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha."

Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :

"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."

Selasa, 04 Mei 2010

Perbedaan Hard Computing dan Soft Computing

Berbagai macam definisi softcomputing diberikan oleh para ahli. Salah satu definisinya adalah sebagaimana disampaikan oleh pencetus softcomputing, yaitu Prof. Lotfi A. Zadeh, di homepage BISC [2], sbb.
“Berbeda dengan pendekatan konvensional hardcomputing, softcomputing dapat bekerja dengan baik
walaupun terdapat ketidakpastian, ketidakakuratan maupun kebenaran parsial pada data yang diolah. Hal inilah yang melatarbelakangi fenomena dimana kebanyakan metode softcomputing mengambil human-mind sebagai model.”.
Mengapakah human-mind merupakan model yang menarik bagi pengembangan softcomputing ? Kunci dari pertanyaan ini sebenarnya terletak pada struktur dan fungsi dari otak manusia. Otak manusia merupakan mesin molekuler, yang terdiri dari dua jenis sel: neuron dan glia. Dalam otak kita terdapat sekitar 1011 sel neuron, sedangkan sel glia sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sel neuron berfungsi sebagai pemroses informasi yang diterima oleh otak. Sel neuron terhubung antara satu dengan yang lain dengan
benang-benang panjang. Berat otak manusia saat lahir sekitar 400 gram, sedangkan saat dewasa sekitar 1500 gram. Pertambahan berat ini disebabkan oleh bertambahpanjangnya benang-benang tersebut, disamping pertambahan sel glia. Pertambahan panjang ini berkaitan erat dengan proses pembelajaran yang dialami oleh manusia. Hal ini merupakan ide awal bagi pengembangan metode softcomputing: artificial neural network, yang memiliki kemampuan pembelajaran terhadap informasi yang telah diterima. Selain kemampuan pembelajaran, otak manusia juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan walaupun informasi mengandung unsur ketakpastian dan kekurangtegasan, seperti “manis”, “pahit”, “tinggi”, “rendah”, dsb. Hal ini merupakan konsep yang mendasari pengembangan metode fuzzy, yang mencerminkan cara berfikir manusia. Selain neural network dan fuzzy, masih banyak lagi jenis-jenis metode softcomputing, yang ide awalnya bersumber dari otak manusia maupun mekanisme biologi yang terdapat di alam semesta.
Sumber : http://mohabi.wordpress.com/2008/01/13/pengantar-softcomputing/

oke... kira-kira menurut para ahli tentang softcomputing, yang jadi pertanyaan emang ada ya hard computing? soft computing? saya mah taunya hardware ama software.... :))

menurut saya pribadi... yang membedakan hard computing dan soft computing itu adalah dari sisi "kepastian" nya... mungkin rada membingungkan, maksudnya gini... kalo di hard computing (konvensional) itu hasilnya jelas, kalo nggak 0 ya 1 atau ada alur yang jelas dan produknya itu konkrit.. (aplikasi program, game, simulasi misalnya...) nah kalo soft computing itu lebih kearah ketidakpastian... kita ambil contoh... ai (kecerdasan buatan) misalnya... seolah2 hasil atau output yang dihasilkan itu di generate sendiri oleh mesin... sehingga "ketidakpastian" itu muncul...
contoh lainnya mungkin neuro-logic dengan penggabungan dari fuzzy logic...

Selasa, 20 April 2010

Asal Mula Kata "Hidung Belang"

Istilah hidung belang dimaksudkan sebagai kaum lelaki yang suka mencari kesenangan dengan bermain perempuan. Baik dengan menyelingkuhi banyak wanita, atau mencarinya di lokalisasi alias pusat pelacuran.

Kenapa disebut hidung belang? Istilah ini bermula dari kebiasaan masyarakat Batavia [abad 17-18] yang suka mencorengi hidung para lelaki yang ketahuan melakukan tindakan zina. Selain diarak, hidung para lelaki itu diberi arang atau sejenis yang berwarna hitam, sehingga menjadi belang.
Begitulah, sejak saat itu lelaki yang dicorengi hidungnya itu dianggap sebagai lelaki hidung belang. Istilah ini muncul pada zaman yang amat menyulitkan bagi lelaki-lelaki Belanda, di masa awal pemberdirian VOC.

Kala itu, orang Belanda yang datang ke Indonesia hampir semua tanpa istri, seperti tulis Victor Ido dalam Indie in den gouden ouden tijd, menimbulkan masalah sosial dan moral yang pelik. Salah satu masalah yang tak terhindarkan dari masa itu adalah berkembangnya secara leluasa pergundikan lelaki Belanda dengan perempuan-perempuan pribumi. Namun, seperti kata Adelante dalam Concubinaat bij de ambtenaren van het Binnenlandsch Bestuur in Nederlandsch-Indie, pergundikan yang merupakan pilihan sulit di depan jalan buntu meluas di antero negeri bukan saja di kalangan Belanda sipil dan pedagang, tetapi juga para penguasa.

Setidaknya pilihan konkubinase atau pergundikan yang dilakukan Belanda terhadap pribumi tersebut lebih aman, selain memang tidak ada jalan lebih nalar untuk menghadapi dorongan-dorongan insani, berhubung langkanya perempuan kulit putih di negeri ini. Salah seorang perempuan yang pernah terlibat cinta dengan lelaki Belanda, dan karenanya menimbulkan heboh, adalah Saartje Specx. Namun, oleh peristiwa tragis yang menimpa kekasihnya, maka lahirlah istilah ini: hidung belang.

Saartje Specx, sebagaimana dicatat oleh Hertog dalam Vrouwen naar Jacatra, adalah anak angkat Jan Pieterzoon Coen. Ia dicintai oleh Pieter Cortenhoeff, perwira pengawal sang Gubernur Jenderal. Pada suatu hari mereka kedapatan bercumbu bercinta di sebuah kamar. Coen geram sekali, lantas menghukum perwira muda itu, menuduhnya melakukan zina. Cortenhoeff digantung di tengah kota dengan lebih dulu dicorengi hidungnya dengan arang.


Sejak itu semua orang yang kedapatan berzina ditangkap, lantas dibelangi hidungnya atau dicorengi wajahnya dengan arang. Karenanya lahir istilah yang unik ini. Sekurangnya membelangi hidung dengan arang masih lebih lunak dan santun ketimbang yang dilakukan orang-orang sekarang, abad ke-21, menelanjangi dan mengarak di jalan, bahkan kemudian membakarnya.

Minggu, 11 April 2010

Tempat Yang Tidak Tergantikan

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah?

Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya. Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.

Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras.

Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... disanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan diseprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan!

Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat :

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ...

Saya minta maaf Dad ... "

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya.

Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur.

Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya.

Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan.

Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya.

Dan itulah alasan ketidak hadirannya karena ia tidak punya ibu.....

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.

Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga,

tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan Tahun Baru telah tiba.

Semangat Tahun Baru ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang...

Suara terompet dan bunyi kembang api yg menyala di angkasa terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi..

Ketika aku sedang menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.

Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan.

Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.

Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini?

Apa yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk mommy.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya:

"Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku.

Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy.

Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak.

Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Mommy sayang',

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.

Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga.

Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa.

Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu.

Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.

Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.

Tempat Yang Tidak Tergantikan

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah?

Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya. Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.

Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras.

Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... disanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan diseprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan!

Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat :

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ...

Saya minta maaf Dad ... "

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya.

Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur.

Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya.

Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan.

Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya.

Dan itulah alasan ketidak hadirannya karena ia tidak punya ibu.....

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.

Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga,

tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan Tahun Baru telah tiba.

Semangat Tahun Baru ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang...

Suara terompet dan bunyi kembang api yg menyala di angkasa terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi..

Ketika aku sedang menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.

Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan.

Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.

Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini?

Apa yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk mommy.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya:

"Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku.

Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy.

Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak.

Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Mommy sayang',

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.

Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga.

Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa.

Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu.

Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.

Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.

Jumat, 09 April 2010

KISAH ARLOJI YANG HILANG

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.

"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."

Selasa, 30 Maret 2010

mengapa kita menguap, dan mengapa menguap itu menular?

Menguap lebih menular daripada pilek. Melihat seseorang menguap, hampir pasti kamu juga akan menguap. Bahkan hanya membaca tentang menguap dapat membuatmu menguap. Kamu sudah menguap?

Jika ya, kamu tidak sendirian. Manusia menguap sepanjang hari. Kita menguap ketika hendak pergi tidur pada malam hari. dan menurut penelitian, kita banyak menguap ketika menonton televisi. Kita bahkan menguap ketika jogging cepat di taman.

Manusia bukan satu-satunya makhluk yang menguap. Banyak hewan lain, dari singa sampai ikan, membuka rahangnya lebar-lebar untuk menguap juga.


Ketika melihat orang menguap, kita sering mengira mereka letih atau bosan. Tetapi ketik ikan petarung Siam menguap, hati-hati! Ikan jantan mulai menguap ketika mereka melihat jantan lainnya. Lebih banyak menguap lagi terjadi--sekitar satu kali setiap 10 menit. Kemudian ikan menyerang ikan, dan perkelahian pun pecah. Hewan lain, seperti monyet dan singa, menguap ketika lapar.

Mengapa manusia menguap? Penjelasan yang umum adalah kita menguap untuk menghirup oksigen--misalnya ketika berada di ruang pengap. Tetapi Robert Provine, seorang psikolog yang mempelajari soal menguap, berkata itu tidak benar. Orang yang di beri oksigen murni menguap sama seringnya seperti orang yang bernapas dengan udara biasa.
Provine berkata tidak seorang pun tahu pasti mengapa orang menguap atau mengapa menguap begtiu menular. Tetapi ia berusaha mencar tahu.

Selama bertahun-tahun Provine telah mengadakan sejumlah percobaan menguap di Univesitas Maryland, AS. Di salah satunya, ia meminta sukarelawan untuk duduk sendirian di ruang gelap dan berpikir tentang menguap. Ketika mereka ingin menguap, mereka menekan tombol. Ketika menguap selesai, mereka melakukan hal yang sama.

Provine menemukan bahwa rata-rata menguap berlangsung sekitar 6 detik. Satu orang yang berkonsentrasi kuat-kuat menguap 76 kali dalam setengah jam.

Berikutnya, Provine merekam dirinya sendiri menguap atau tersenyum denga video. Ketika diperlihatkan rekaman itu, hanya sekitar satu dari lima penonton tersenyum ketika melihat Provine tersenyum. Tetapi lebih dari setengah penonton menguap bersama psikolog. Kesimpulannya: Menguap tampaknya lebih menular daripada keramahan.
Ketika menguap, kita menengadahkan kepala, rahang jatu, mata terpejam, dan alis berkerut. Provine menunjukkan bahwa ketika kita meregangkan tubuh, biasanya kita juga menguap. Menguap, katanya mungkin cara meregangkan kepala dan leher. Tetapi menguap juga menghentikan sesaat darah yang mengangkut oksigen agar tidak meninggalkan otak. Jadi menguap mungkin sekaligus membangunkan kita selain menenangkan kita.

Kamu dapat melihat sendiri bahwa manguap bukan hanya soal bernapas dalam-dalam dengan melakuka percobaan sendiri, kata Provine. Rapatkan bibirmu pada awal menguap dan cobalahbernapas lewat hidung. Hampir mustahil. Jika menguap hanya bernapas dalam-dalam, hidungmu akan bekerja sama baiknya seperti mulutmu.

Menguap begitu menular, kata Provine, karena otak kita munhkin "terprogram" untung menanggapi wajah menguap. Karena manusai mula-mula hidup dalam kelompok, menguap mungkin cara untuk menyelaraskan perilaku kelompok. Satu orang menguap yang membuat lainnya menguap mungkin berarti waktunya tidur--atau waktunya berburu.

Senin, 22 Maret 2010

Mobichart untuk Modelling Mobile Computing Task

1.Pengenalan

Kemajuan dalam komunikasi wireless dan teknologi komputasi sudah melahirkan suatu paradigma yang baru dalam perhitungan, disebut mobile computing, Yang mana mobilitas pemakai di ijinkan dengan menyediakan waktu di manapun.Didukung dengan kemajuan teknologi komputasi yang dibagi-bagi menjadi beberapa aplikasi. Tetapi paradigma ini terbatas dengan beberapa pembatasan yang ditemukan dilingkungan mobile computing. Lebih dari itu, dalam rangka mengambil manfaat paradigma, suatu perhitungan harus sadar seperti halnya sensitif dengan lingkungannya. Suatu tugas boleh berpindah tempat dari satu mobile host ke mobile host yang lain atau dapat digerakkan dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan host yang bertugas di lingkungannya.

Walaupun, itu adalah alami untuk para perancang untuk memisahkan tugas dan yang berkenaan dengan lingkungan mereka seperti object, namun Objectcharts formalisme adalah model obyek dasar sistem gagal untuk model yang penting untuk lingkungan mobile computing. Di dalam pekerjaan ini sampai Mobichart, kita menyediakan mekanisme untuk model aplikasi berdasar pada event-action arsitektur dan untuk menetapkan perilaku aplikasi di dalam tanggapan ke ciri khas seperti penempatan, migrasi, kloning, operasi yang diputus, dan pemagaran. spesifikasi dari suatu penolakan dengan suatu handler disebut kontainer

2.Lingkungan mobile computing

Suatu lingkungan mobile computing meliputi Mobile Support Station( MSS) dan Mobile Host ( Mhs). Masing-Masing MSS bertanggung jawab untuk memanage sejumlah mobile host untuk dibuktikan keasliannya di dalam penempatan di geografik disebut sel. Suatu MSS menyediakan jasa yang berbeda kepada semua Mhs yang bertempat tinggal didalam sel-nya, penyampaian pesan untuk atau ke MSS lain, dan layanan pesan untuk memutus Mhs.

Suatu host berkomunikasi ke MSS menggunakan komunikasi wireless sedangkan MSS dihubungkan dengan jaringan statis. Suatu host berkomunikasi ke mobile host lain dari sel yang berbeda menggunakan wireless keduanya dan jaringan statis. Host dapat mengganti sel mereka selagi masih terhubung. Lingkungan ini dapat digunakan untuk pendistribusian computing. Tetapi host dengan sumber daya terbatas seperti lebih sedikit baterai untuk menggerakkan, memori lebih sedikit, koneksi wireless lemah dan lebih sedikit VO [ruang/ space] lebih serius kepada para perancang model aplikasi untuk lingkungan ini.

3.Motivasi

Kendati masih terbatas, lingkungan mobile computing bermanfaat untuk penempatan komputasi-komputasi yang ada dimana-mana. Di dalam literatur ditunjukkan bahwa suatu perhitungan dibagi-bagi untuk mengatur kembali ke dalam kelas ringan ( untuk maju ke host) dan kelas berat ( untuk maju ke MSS). Suatu aplikasi perlu mempunyai rencana darurat untuk menyesuaikan ke situasi lingkungan yang abnormal.

Suatu aplikasi mobile computing dapat diperagakan oleh satu set object interoper mobile host yang berbeda dan bekerja sama lewat pesan antara mereka. Selagi objek boleh bergerak ke host yang berbeda, host juga dapat mengganti penempatan. Kita mengacu pada perhitungan jenis mobile computing. Ingat dengan baik perhitungan kelas ringan kita mengusulkan untuk tugas suatu model sebagai suatu obyek yang dapat maju ke host, dapat berpindah tempat ke host lain atau ia mengkloning suatu MSS. Dalam rangka membuat suatu obyek singgah ke lingkungan mobile computing, obyek perlu layanan pendukung sebagai berikut:
a.host dapat migrasi
b.pembagian data global antar objek yang dibagi-bagi dari host yang berbeda
c.sinkronisasi antar objek atau alat yang berbeda
d.mendukung untuk pemutusan operasi/ disconnect
e.penempatan tugas berdasarkan warisan sumber daya

Paradigma suatu perhitungan model dan obyek mengorientasikan pendekatan disain seperti UML [ SI, Statecharts dan Objectcharts] dapat digunakan untuk aplikasi model di dalam paradigma ini. Sebab pendekatan ini tidak mempunyai mekanisme.

Jumat, 12 Maret 2010

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya
pas ngelahirin dia.



Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2
lagi. Ini anak tapi baik hati dan lemah lembut walaupun cuma diurus sama
pengasuh saja.



Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki.
Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, "Tuan, nggak kasian sama den Bagus?
Masa sepeda nggak punya...apa tuan juga nggak malu?" Iya..nih..bokapnya
tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggil-lah si
anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana
merek apa..dan si anak cuma bilang, "Aku nggak mau sepeda, Pi, aku
dibeliin topi item putih aja.."

Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa topi item dan putih?"
"Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja."
Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, dan ini anak juga masih TK,
papinya pikir ya normal2 aja anak kecil minta topi item topi putih, jadi
papinya nerima2 aja.

Nggak berminat lanjutin, maka tetep-lah tu anak dibeliin sepeda generasi
terbaru saat itu, yang paling canggih, plus topi item dan topi putih.



Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda.
Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda
sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang.
Lagi nggak musim, katanya.

Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak
dipanggil lagi. "Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu?
Kok nggak bilang2 papi.

Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja...".
Si anak bilang,"nggak Pi, topi item dan topi putih saya udah
rusak..dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih
murah topi kan Pi?"
Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok
merendah?

So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus topi item dan topi putih.



Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang.
Sekarang temen2nya musim roller blade. Tren baru. Sementara sore hari,
dia masih setia sama sepatu rodanya. Pas bokapnya pulang dari luar
negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu
banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri
terus...eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah
ada sepasang roller blade baru dengan note: "Biar kamu nggak malu".
Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: "Pi, kok nggak beliin
topi item dan topi putih? Aku lebih suka itu."

Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih
istimewanya topi item dan topi putih? Emang bisa bikin die beken atau
nge-tren?

Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu...hingga
dia nggak tahan dan membelikan anaknya topi item dan topi putih untuk
kesekian kalinya.

Bener, setelah dapet tu topi, si anak nggak ninggalin note-note buat
bokapnya lagi.



Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih ber-bis ria, temen2nya
udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben
papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin.
Papi malu banget.. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil?
Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang
praktis, lagian pengen topi item topi putih aja. Si bapak nggak terima
penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding.

Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus topi item dan topi
putih tentunya.

Dan si bapak kesel juga duong... Udah berapa taun dia beberapa kali
beliin dua macem topi itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada
keinginan dan kemauan ngasih tau sih.



Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak
dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja.

Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil?

Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin topi item topi putih.

"Nggak ngerti anak sendiri sih!"

So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om
nggak beliin topi item topi putih.



Si papi sebenernya sensitif sama para topi itu..huh..sampe pacar anak
gue nyuruh2 jadi dia tanya balik dong kenapa. Si pacar bilang kalo
mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih topi itu juga. Papi
bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak topi item topi putih.
Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya,
maka besoknya udah ada topi item topi putih buat anaknya.



Suatu hari anaknya gaul ke Puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah,
namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi
grogi dan kecelakaan!!

Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon sama rumah
sakitnya.

Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang
cewek mati seketika dan si cowok sudah sekarat. Si papi dateng ke

RS.."gimana dok, anak saya?"

Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita):"Maaf pak, kami tidak
dapat berbuat banyak.. sepertinya memang sudah waktunya... sebaiknya
bapak manfaatkan waktu terakhir.."

Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. "Pap, maafin saya..nggak
hati2 bawa mobilnya.." si anak juga nangis karna pacarnya nggak
tertolong. Si papi nenangin dia...akrablah dua manusia itu beberapa
saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran
dia tentang

kenapa si anak selama ini selalu minta topi item topi putih.
"Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi
kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik."
Anaknya jawab,"nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo
papi punya uang lebih malah beliin yang macem2....saya Cuma minta topi
item dan topi putih aja kan ?"



Si papi rasa timing-nya tepat nih, "KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA TOPI
ITEM TOPI PUTIH... ADA APA DENGAN TOPI2 ITU?"

(pembaca juga penasaran kan ..?)

Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, habis sudah sekarat
dan masanya sudah hampir sampe..."sebab pi...saya... "

*hep*

Kepalanya rebah dan nafasnya hilang. Si anak sudah meninggal sebelum kasih tau papinya.

Akhir Cerit :

Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya aja ga tau...

apalagi saya yang cuma nyeritain ulang?

GIMANA?!! Kesel ga sih?!

Tabokin aja yang pertama kali cerita, tapi maafin yang "forward"-in

karena saya juga korban, nih!

Nggak enak lho jadi korban sendirian...carilah korban2 selanjutnyaa!!!!...heheheh