Seorang pejabat suka jogging setiap pagi. Dan setiap lewat sebuah jalan dia
selalu bertemu dengan seorang cewek penjaja seks yang berdiri di sana. Dan
tiap kali pula si cewek berteriak kepadanya "Lima ratus ribu, mau?"
yang
selalu dengan bercanda dia jawab , "Nggak ah, lima ribu perak saja!"
Hal itu
sudah menjadi kebiasaan mereka setiap kali berpapasan. "Lima ratus
ribu"!".
"Nggak, lima ribu!"
Suatu hari istri si pejabat ngotot mau ikut jogging. Biarpun sang suami
berusaha dengan segala cara mencegahnya, tetap saja sang Nyonya ngotot. Sang
suami mengalah sambil hatinya was-was bakal ada perang dengan bininya kalau
si cewek PSK itu berteriak kepadanya. Dia tahu sang Nyonya tidak akan
percaya bahwa itu cuma seloroh saja.
Benar saja, ketika suami istri itu jogging berdampingan mendekati jalan itu
sang PSK sudah berdiri di sana. Si pejabat mencoba menghindari tatapan mata
si cewek dan terus berlari melewatinya.
Sang pejabat sudah merasa senang tidak ada insiden ketika dari belakang dia
mendengar sang PSK berteriak "Lihat sendiri kan apa yang kamu dapat dengan
lima ribu perak!"
Kamis, 25 Juni 2009
Ciuman Misterius
DALAM perjalanan kereta Parahyangan dari Gambir ke Bandung , duduk
berhadapan 4 orang penumpang :
* Satu nenek
* Satu mahasiswi cantik
* Satu mahasiswa laki-laki
* Satu tentara
Mereka tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Perjalanan nyaman2
saja, ketika masuk ke terowongan tiba2 lampu mendadak mati pula.
Gelap gulita. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras...Cap, cip, cup!.
Namun segera diikuti satu suaratamparan yang tidak kalah kerasnya...
Plak, Plek, plak, Gedubrak!!! Ketika terowongan itu akhirnya terlewati,
keempat penumpang itu saling bengong dan saling memandang, dan masing2
berkata didalam hati.
Sang nenek dalam hati: "Dasar anak mahasiswa muda, mentang-mentang tempat
gelap langsung aja cium mahasiswi cantik itu. Rasain loe kena gaplok" !!!
Si Mahasiswi cantik dalam hatinya: "Biar rasa loe !!! gelap-gelap asal
cium,
kena deh loe cium nenek itu, dan kena gaplokan juga lagi.! hihihi..
Si tentara dalam hati: "Busyet dah, enak bener tuh mahasiswa. Dia yang
nyium
cewek, eh gua yang kena gaplok... #$%$ "!!
Si mahasiswa laki itu berkata dalam hati : "He.. he.. mumpung gelap, tadi
gua cium aja tangan gua sendiri, dan gua gaplok sekalian itu tentara belagu.
Kapan lagi mahasiswa bisa gampar tentara" !!!...
berhadapan 4 orang penumpang :
* Satu nenek
* Satu mahasiswi cantik
* Satu mahasiswa laki-laki
* Satu tentara
Mereka tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Perjalanan nyaman2
saja, ketika masuk ke terowongan tiba2 lampu mendadak mati pula.
Gelap gulita. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras...Cap, cip, cup!.
Namun segera diikuti satu suaratamparan yang tidak kalah kerasnya...
Plak, Plek, plak, Gedubrak!!! Ketika terowongan itu akhirnya terlewati,
keempat penumpang itu saling bengong dan saling memandang, dan masing2
berkata didalam hati.
Sang nenek dalam hati: "Dasar anak mahasiswa muda, mentang-mentang tempat
gelap langsung aja cium mahasiswi cantik itu. Rasain loe kena gaplok" !!!
Si Mahasiswi cantik dalam hatinya: "Biar rasa loe !!! gelap-gelap asal
cium,
kena deh loe cium nenek itu, dan kena gaplokan juga lagi.! hihihi..
Si tentara dalam hati: "Busyet dah, enak bener tuh mahasiswa. Dia yang
nyium
cewek, eh gua yang kena gaplok... #$%$ "!!
Si mahasiswa laki itu berkata dalam hati : "He.. he.. mumpung gelap, tadi
gua cium aja tangan gua sendiri, dan gua gaplok sekalian itu tentara belagu.
Kapan lagi mahasiswa bisa gampar tentara" !!!...
Dua minggu yang lalu merupakan ulang
tahunku yang ke-35 dan mood ku
tidak terlalu baik pada pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan
istriku akan mengucapkan
dengan penuh sukacita "Selamat Ulang Tahun
suamiku tersayang" dan mungkin saja
dengan sebuah kado ulang tahun untukku.
Waktu berlalu dan bahkan dia tidak
mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi
mungkin anak-anakku akan mengingat
kalau hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan
namun mereka juga tidak
mengatakan satu patah katapun.
Akhirnya aku berangkat ke kantor
dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku,
Janet, menyapaku "Selamat pagi Boss, Selamat
Ulang Tahun".
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati
mengetahui ada seseorang yang mengingat hari
ulang tahunku.
Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian
Janet mengetuk pintu ruanganku
dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari
bahwa hari ini begitu cerah diluar
dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda,
mari kita pergi makan siang, hanya kita
berdua".
Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan
yang luar biasa yang saya dengar hari
ini, mari kita pergi".
Kami berdua pergi makan siang.
Kami tidak pergi ke tempat dimana
kami biasanya makan siang,
tetapi kami pergi ke tempat yang sepi.
Kami memesan 2 botol martini
dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalanan pulang ke kantor,
dia berkata, "Anda tahu ini adalah hari
yang begitu indah, Kita tidak perlu
kembali ke kantor kan ?"
Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke
apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata,
"Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan
pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu
agar lebih nyaman".
Tentu saja sahutku dengan gembira.
Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira
enam menit kemudian dia keluar
membawa kue ulang tahun yang besar
diiringi oleh istri, anak-anakku
dan sejumlah rekan kerja kami sambil
menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang,.......
telanjang tanpa sehelai benang..
tahunku yang ke-35 dan mood ku
tidak terlalu baik pada pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan
istriku akan mengucapkan
dengan penuh sukacita "Selamat Ulang Tahun
suamiku tersayang" dan mungkin saja
dengan sebuah kado ulang tahun untukku.
Waktu berlalu dan bahkan dia tidak
mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi
mungkin anak-anakku akan mengingat
kalau hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan
namun mereka juga tidak
mengatakan satu patah katapun.
Akhirnya aku berangkat ke kantor
dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku,
Janet, menyapaku "Selamat pagi Boss, Selamat
Ulang Tahun".
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati
mengetahui ada seseorang yang mengingat hari
ulang tahunku.
Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian
Janet mengetuk pintu ruanganku
dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari
bahwa hari ini begitu cerah diluar
dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda,
mari kita pergi makan siang, hanya kita
berdua".
Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan
yang luar biasa yang saya dengar hari
ini, mari kita pergi".
Kami berdua pergi makan siang.
Kami tidak pergi ke tempat dimana
kami biasanya makan siang,
tetapi kami pergi ke tempat yang sepi.
Kami memesan 2 botol martini
dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalanan pulang ke kantor,
dia berkata, "Anda tahu ini adalah hari
yang begitu indah, Kita tidak perlu
kembali ke kantor kan ?"
Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke
apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata,
"Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan
pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu
agar lebih nyaman".
Tentu saja sahutku dengan gembira.
Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira
enam menit kemudian dia keluar
membawa kue ulang tahun yang besar
diiringi oleh istri, anak-anakku
dan sejumlah rekan kerja kami sambil
menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang,.......
telanjang tanpa sehelai benang..
Selasa, 02 Juni 2009
Unconditional Love....
Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa
yang sulit.
Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami
bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar
saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia
beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang
saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi
ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak
mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang
biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam
sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku
segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya
tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan
beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi
jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat
kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen
membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan
kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai
di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di
hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam
hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak
duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap
saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat
kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen
menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah,
tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak
mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi
halaman secara acak.
14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti
bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi
suaminya.
6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan
wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak
pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau berhenti...
23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk
Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita
dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa
yang Kau kehendaki agar aku ketahui.
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat
denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan
Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu
dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan
memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga
kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.
4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan
mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan
yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun
atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah
mengkhianatinya.
14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan
apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus
kuambil.
14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap
aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar
lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang
kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku
berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian
di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di
sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah
memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam
kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia
membelikannya dengan susah payah.
15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang
keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku
menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk
Vincent.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan
meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di
malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh
diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari
keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. "Maafkan aku
Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun."
Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat.
Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya.
anakNya. sahabatNya. saudaraNya. sehingga Ia memberikan AnakNya yang
kekasih untuk mati di kayu salib bagi kita.
yang sulit.
Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami
bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar
saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia
beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang
saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi
ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak
mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang
biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam
sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku
segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya
tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan
beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi
jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat
kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen
membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan
kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai
di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di
hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam
hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak
duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap
saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat
kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen
menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah,
tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak
mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi
halaman secara acak.
14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti
bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi
suaminya.
6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan
wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak
pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau berhenti...
23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk
Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita
dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa
yang Kau kehendaki agar aku ketahui.
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat
denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan
Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu
dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan
memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga
kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.
4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan
mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan
yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun
atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah
mengkhianatinya.
14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan
apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus
kuambil.
14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap
aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar
lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang
kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku
berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian
di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di
sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah
memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam
kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia
membelikannya dengan susah payah.
15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang
keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku
menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk
Vincent.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan
meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di
malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh
diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari
keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. "Maafkan aku
Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun."
Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat.
Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya.
anakNya. sahabatNya. saudaraNya. sehingga Ia memberikan AnakNya yang
kekasih untuk mati di kayu salib bagi kita.
buku tabungan
Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya
sebuah
buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000).
Dia
berkata, "Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku
catatan
dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang
bisa
dikenang, masukkan
sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu
alami di b aris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan
terhadap
peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah
melakukan di
awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu
melihat
kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa
bahagianya
kehidupan pernikahan yang kamu miliki."
Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah
pesta usai. Mereka berdua
setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar
menanti
saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.
Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 7 Februari : Rs 100 (Rp 24.600),ultah pertama untuk Hitesh setelah
menikah
- 1 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik
- 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali
- 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil
- 1 Juni ; Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan ... dst...
Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat
dan
bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal
telah
menikahi orang yang paling buruk di dunia ... tidak ada lagi cinta ...
sesuatu
yang sangat tipikal di masa ini.
Suatu hari Priya berkata pada ibunya, "Ibu, kami tidak bisa bertahan
lagi.
Kami setuju untuk
bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah
memutuskan menikah dengan orang ini !"
Ibunya menjawab, "Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah
tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong
lakukan
hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan
kalian?
Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak bisa terus
menyimpan
catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.."
Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di
antrian dan
berencana menutup buku tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan
yang
ada di buku tabungan di tangannya. Dia melihat, melihat, dan melihat.
Kemudian
ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat
muncul
kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di pipinya.
Kemudian dia
bergegas meninggalkan bank dan pulang.
Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh,
dan
memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka
bercerai.
Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia
menemukan
tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam
buku
tabungan: ' Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu
sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan
telah
kamu bawa untukku." Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan
buku tabungan itu kembali di tempat semula.
Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun? Saya tidak
bertanya
pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil
melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.
* * * * *
"Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh,
tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. "
= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =
sebuah
buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000).
Dia
berkata, "Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku
catatan
dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang
bisa
dikenang, masukkan
sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu
alami di b aris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan
terhadap
peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah
melakukan di
awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu
melihat
kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa
bahagianya
kehidupan pernikahan yang kamu miliki."
Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah
pesta usai. Mereka berdua
setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar
menanti
saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.
Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 7 Februari : Rs 100 (Rp 24.600),ultah pertama untuk Hitesh setelah
menikah
- 1 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik
- 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali
- 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil
- 1 Juni ; Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan ... dst...
Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat
dan
bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal
telah
menikahi orang yang paling buruk di dunia ... tidak ada lagi cinta ...
sesuatu
yang sangat tipikal di masa ini.
Suatu hari Priya berkata pada ibunya, "Ibu, kami tidak bisa bertahan
lagi.
Kami setuju untuk
bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah
memutuskan menikah dengan orang ini !"
Ibunya menjawab, "Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah
tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong
lakukan
hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan
kalian?
Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak bisa terus
menyimpan
catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.."
Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di
antrian dan
berencana menutup buku tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan
yang
ada di buku tabungan di tangannya. Dia melihat, melihat, dan melihat.
Kemudian
ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat
muncul
kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di pipinya.
Kemudian dia
bergegas meninggalkan bank dan pulang.
Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh,
dan
memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka
bercerai.
Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia
menemukan
tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam
buku
tabungan: ' Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu
sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan
telah
kamu bawa untukku." Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan
buku tabungan itu kembali di tempat semula.
Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun? Saya tidak
bertanya
pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil
melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.
* * * * *
"Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh,
tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. "
= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =
TRUST HIS HEART
Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk
mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.
Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk
didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh
seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.
Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.
Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan
dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia
akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku
tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.
Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak
tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut
mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala,
bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus
diam,Ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus
dalam ujian tersebut.
Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia
tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur
deras dari tubuhnya.
Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat
sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia
mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan
posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang,
menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas
lainnya, maka Ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas
itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau
menangis.
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam"
melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita
tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia,
Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita
God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind
So,
When you don't understand And
When you can't see His plan And
When you can't trace His hand
TRUST HIS HEART
mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.
Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk
didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh
seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.
Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.
Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan
dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia
akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku
tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.
Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak
tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut
mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala,
bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus
diam,Ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus
dalam ujian tersebut.
Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia
tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur
deras dari tubuhnya.
Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat
sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia
mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan
posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang,
menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas
lainnya, maka Ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas
itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau
menangis.
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam"
melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita
tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia,
Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita
God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind
So,
When you don't understand And
When you can't see His plan And
When you can't trace His hand
TRUST HIS HEART
Adakah yang Akan Mendoakan Kita?
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. .' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'. (Sombong bener ni pengusaha, udah mau mati ajah masih sombong, heheee)
Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat ksembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.
Kata Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan,tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi,melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku,kerabatku,teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
Jawab si Malaikat, ' Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur dikursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '
'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di Koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia.
Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Terima kasih
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...! !!'.
Sesuangguhnya tidak ada sedikitpun kerugian dalam setiap kebaikan....
Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. .' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'. (Sombong bener ni pengusaha, udah mau mati ajah masih sombong, heheee)
Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat ksembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.
Kata Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan,tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi,melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku,kerabatku,teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
Jawab si Malaikat, ' Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur dikursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '
'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di Koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia.
Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Terima kasih
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...! !!'.
Sesuangguhnya tidak ada sedikitpun kerugian dalam setiap kebaikan....
I Feared UNTIL……!!!
I feared being alone
Until I learned to like Myself.
I feared failure
Until I realized that I only Fail when I don't try.
I feared success
Until I realized that I had to try in order to be happy with myself.
I feared people's opinions
Until I learned that people would have opinions about me anyway.
I feared rejection
Until I learned to have faith in myself.
I feared pain
Until I learned that it's necessary for growth
I feared the truth
Until I saw the ugliness in lies.
I feared life
Until I experienced its beauty .
I feared death
Until I realized that it's not an end, but a beginning.
I feared my destiny,
Until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate
Until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love
Until it touched my heart, making the darkness fade into endless sunny days.
I feared ridicule
Until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old
Until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future
Until I realized that Life just kept getting better.
I feared the past
Until I realized that It could no longer hurt me.
I feared the dark
Until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light
Until I learned that the Truth would give me Strength.
I feared change,
Until I saw that even the most beautiful butterfly had to undergo a Metamorphosis before it could fly.
Until I learned to like Myself.
I feared failure
Until I realized that I only Fail when I don't try.
I feared success
Until I realized that I had to try in order to be happy with myself.
I feared people's opinions
Until I learned that people would have opinions about me anyway.
I feared rejection
Until I learned to have faith in myself.
I feared pain
Until I learned that it's necessary for growth
I feared the truth
Until I saw the ugliness in lies.
I feared life
Until I experienced its beauty .
I feared death
Until I realized that it's not an end, but a beginning.
I feared my destiny,
Until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate
Until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love
Until it touched my heart, making the darkness fade into endless sunny days.
I feared ridicule
Until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old
Until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future
Until I realized that Life just kept getting better.
I feared the past
Until I realized that It could no longer hurt me.
I feared the dark
Until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light
Until I learned that the Truth would give me Strength.
I feared change,
Until I saw that even the most beautiful butterfly had to undergo a Metamorphosis before it could fly.
story from taxy
Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk
'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah
dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang sudah
malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut
malam. Pergi pagi pulang malam.
Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai
olehnya. Jadi aku pikir "masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku
sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli".
Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku,
menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak
aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku.
Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga.
Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari
taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.
"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.
"Kotanya di mana pak?", dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya tunjukkan
jalannya kalau sudah sampai di sana "
"Baik Pak". Suasana hening.
Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini
sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek".
Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.
"Kok mau sih pak?" ucapku.
"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita
tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih
pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari
Tuhan."
"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.
"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di
kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga.Tapi
sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru.
Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan ".
"Iya juga yah", pikirku.
Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya
ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain.Yang rata-rata wajahnya
cemberut.
"Bapak sudah lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan.
"Baru empat tahun Pak."
"Sebelumnya kerja di mana?"
"Dulu saya kerja di perhotelan."
"Kerja di bagian apa Pak?"
"Manager operasional"
Hah? Tidak salah dengar? Manager? ngak mungkin ah..
"Anak buahnya banyak pak?", tanyaku sedikit menyelidik.
" Ada sekitar 100 orang". "Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"
"Wah, panjang ceritanya Pak."
"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan
pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman baik
saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi buat saya itu ngak
masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya
langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu.
Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari" .
"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?"
"Nama saya sudah rusak Pak."
"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikirku.
Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.
"Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?", tanyaku.
"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar,
bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur
senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi
kalau di tanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah:
dua-duanya. Mau jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur,
pasti sukacita itu datang dengan sendirinya."
Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya,
masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan
dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang
lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi
teringat akan nasehat yang mengatakan "Jika kita melakukan
sesuatu,lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".
'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah
dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang sudah
malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut
malam. Pergi pagi pulang malam.
Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai
olehnya. Jadi aku pikir "masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku
sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli".
Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku,
menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak
aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku.
Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga.
Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari
taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.
"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.
"Kotanya di mana pak?", dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya tunjukkan
jalannya kalau sudah sampai di sana "
"Baik Pak". Suasana hening.
Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini
sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek".
Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.
"Kok mau sih pak?" ucapku.
"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita
tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih
pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari
Tuhan."
"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.
"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di
kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga.Tapi
sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru.
Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan ".
"Iya juga yah", pikirku.
Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya
ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain.Yang rata-rata wajahnya
cemberut.
"Bapak sudah lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan.
"Baru empat tahun Pak."
"Sebelumnya kerja di mana?"
"Dulu saya kerja di perhotelan."
"Kerja di bagian apa Pak?"
"Manager operasional"
Hah? Tidak salah dengar? Manager? ngak mungkin ah..
"Anak buahnya banyak pak?", tanyaku sedikit menyelidik.
" Ada sekitar 100 orang". "Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"
"Wah, panjang ceritanya Pak."
"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan
pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman baik
saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi buat saya itu ngak
masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya
langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu.
Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari" .
"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?"
"Nama saya sudah rusak Pak."
"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikirku.
Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.
"Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?", tanyaku.
"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar,
bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur
senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi
kalau di tanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah:
dua-duanya. Mau jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur,
pasti sukacita itu datang dengan sendirinya."
Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya,
masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan
dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang
lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi
teringat akan nasehat yang mengatakan "Jika kita melakukan
sesuatu,lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".
10 Fakta tentang Lumba-lumba

Fakta 1: Suka Membonceng
Lumba-lumba suka berenang mengikuti speed boat atau berloncatan di depan dan belakang speed boat. Mereka berenang secepat speed boat. Lumba-lumba pasifik putih dapat berenang dengan kecepatan sekitar 28 km/jam. Saat mengikuti speed boat, mereka lebih cepat lagi. Bagaimana mereka melakukannya? Speed boat menciptakan gelombang yang menekan air ke atas. Lumba-lumba berenang di antara gelombang dan mengikuti arus yang diciptakan speed boat. Jadi, lumba-lumba tidak perlu mengeluarkan energi untuk berenang, tetapi hanya membonceng mengikuti arus.
Fakta 2: Suara Bising
Lumba-lumba menggunakan suara untuk “melihat”. Mereka mengeluarkan suara dan mendengarkan pantulannya untuk mencari makanan dan navigasi. Saat berburu ikan, lumba-lumba mengeluarkan suara yang sangat bising sehingga membuat ikan kecil menjadi “kelenger”.
Fakta 3: Tulang Kaki
Jutaan tahun lalu, lumba-lumba memiliki kaki. Ilmuwan melihat ada dua potongan tulang panggul dalam kerangka lumba-lumba. Mungkin itu bekas tulang kaki. Beberapa ilmuwan menduga nenek moyang lumba-lumba berjalan di atas tanah.
Fakta 4: Gigi Runcing
Jika lumba-lumba memiliki dokter gigi, pasti dokternya akan sibuk. Beberapa jenis lumba-lumba memiliki gigi lebih banyak dan lebih panjang dibanding buaya. Ada jenis lumba-lumba yang memiliki gigi panjang sebanyak 250 buah. Namun lumba-lumba tidak suka menggigit manusia. Kamu tak pernah membaca berita ada lumba-lumba menggigit manusia, kan?
Fakta 5: Kerjasama yang Kompak
Kadangkala ribuan lumba-lumba berburu bersama-sama. Mereka berbaris mengepung mangsa. Area yang dikepung luas, kemudian diperkecil sehingga mangsa kebingungan, kemudian dimakan.
Fakta 6: Membantu Nelayan
Lumba-lumba sering berkerumun di sekeliling kapal nelayan sembari berloncatan. Mereka menuntun ikan masuk ke dalam jaring nelayan. Di Brazil, lumba-lumba hidung botol memberi tanda ketika jaring nelayan telah penuh dengan ikan.
Fakta 7: Nama Panggilan
Lumba-lumba berkomunikasi dengan “peluit” dan menggunakan “nama” untuk mengidentifikasi satu sama lain. Beberapa ilmuwan menduga bahwa lumba-lumba memiliki tanda panggilan khusus dan menggunakan salam khusus ketika berpisah dengan kawannya.
Fakta 8: Bidan Penolong
Ketika induk lumba-lumba hendak melahirkan, seekor lumba-lumba berperan bagaikan bidan, yakni berjaga dan menolong persalinan. Setelah bayi lumba-lumba lahir, sang bidan membantu mengasuh bayi lumba-lumba.
Fakta 9: Suka Humor
Seperti manusia, lumba-lumba tampaknya suka berkelakar. Seekor lumba-lumba bernama Ake, diminta membantu membersihkan kolam. Ia membawa kotoran berupa daun atau potongan benda, kemudian diantarkan ke pelatihnya. Setelah kotoran di kolam habis, lumba-lumba membuatnya sendiri. ia mengelupas cat pada kolam, kemudian diantarkan ke pelatihnya sembari tertawa.
Fakta 10: Hidup di Air Tawar
Sebagian besar species lumba-lumba hidup di laut. Namun ada lima jenis lumba-lumba yang hidup di sungai berair deras. Lumba-lumba air tawar dapat ditemukan di Asia Selatan, sungai Yangtze (China) dan sungai Amazon dan Orinoco (Amerika Selatan).
Langganan:
Komentar (Atom)