Jumat, 30 Oktober 2009

KEKAYAAN YANG TIDAK TERLIHAT

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

' Bagaimana perjalanan kali ini?'

' Wah, sangat luar biasa Ayah'

' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya.

' Oh iya' kata anaknya

' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.


Kemudian si anak menjawab.
' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan ' Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

KEKAYAAN YANG TIDAK TERLIHAT

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

' Bagaimana perjalanan kali ini?'

' Wah, sangat luar biasa Ayah'

' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya.

' Oh iya' kata anaknya

' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.


Kemudian si anak menjawab.
' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan ' Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

Senin, 26 Oktober 2009

maaf

Pernah mengajari anak balita untuk meminta maaf? Setelah ‘berantem' dengan temannya, mungkin Anda hanya mengatakan, "Ayo baikkan!", atau "Ayo minta maaf!" Bisakah mereka melakukannya? Mereka pasti tidak mengerti maksud Anda. Saya punya sebuah pengalaman bahwa mengajari meminta maaf kepada si kecil, bisa berhasil.

Suatu hari, seperti biasa saya memandikan putri saya, Syanita (hampir 3 tahun). Dia masih senang menggunakan bak mandi plastik. Selesai mandi, saya bersihkan baknya. Syanita yang sudah memakai handuk, menunggu saya. Biasanya ia masih bermain dengan bebeknya. Tapi pagi itu saya kaget, karena ia bermain dengan sabun. Tangannya disabuni lagi. Wah, saya kesal. Langsung saya rebut sabunnya dengan kasar. Saya pukul tangannya. Saya basuh tangannya dengan air dingin. Ia kaget. Menangis keras. Saya gendong dia masuk ke kamar. Mengeringkan badannya dan mendandani seperti biasa. Ia terus meraung-raung, meronta, membuat saya tambah marah. "Nggak boleh main sabun! Jangan nangis! Diem! Cepet pake baju, dingin!" Kata-kata itulah yang keluar dari mulut saya, sementara puri saya terus menangis. Anak saya juga berteriak, "Ibu nakal! Ibu nakal!" Akhirnya saya mengalah. "Iya, ibu nakal!" Biasanya memang seperti itu. Kalau saya sudah mengaku nakal, nangisnya berhenti.

Kejadian pagi itu sudah hilang dari ingatan saya. Tapi, rupanya tidak begitu bagi putri saya. Ia masih ‘dendam'. Ketika diajak tidur siang, dia menolak. Saya paksa dia tidur, dia malah minta jalan-jalan. Tapi saya tidak marah. Disuapi makan sore, malas-malasan. Saya pun tidak marah. Akhirnya ia mau makan. Tapi seharian itu ia memang terlihat uring-uringan, membuat saya sangat cape. Seharian itu ia tidak tidur siang, sehingga saya ingin cepat membuatnya tidur agar istirahatnya cukup. Rencananya, sehabis sholat Magrib saya akan menidurkannya. Setelah selesai sholat, biasanya anak saya akan mencium tangan saya dan saya mendoakannya. Tapi saat itu, anak saya diam saja. Rupanya ia masih ‘dendam' kepada saya. Ia bahkan tidak ikut sholat bersama. Tiba-tiba saya berinisiatif, saya raih tangan mungilnya. Saya cium tangannya dan saya berkata dengan lembut kepadanya. "Ani, maafin ibu ya..., tadi ibu bikin Ani sedih ya? Ani sedih dipukul tangannya sama ibu?" Dia mengangguk lalu memeluk saya. Hmm... saya merasa benar-benar bersalah.

Karena itu saya ulangi lagi meminta maaf kepada anak saya. "Ani maafin ibu ya!" Kali ini dia menangis. Saya gendong Syanita, membaringkannya di tempat tidur. Setelah membuka mukena, saya ikut berbaring di sebelahnya. Ani yang kecapean karena tidak tidur siang rupanya benar-benar sudah ingin tidur. Tapi hatinya baru terasa nyaman setelah ucapan maaf mengalir dari mulut saya. Saya jadi merasa sangat bersalah. Saya tepuk-tepuk pantatnya. Saya tawarin untuk bercerita. Dia mengangguk. Maka saya pun bercerita, dan ia langsung tertidur sambil memeluk saya.

Keesokan harinya entah kenapa anak saya sulit diatur. Pagi-pagi setelah mandi, ia ingin memakai baju piyama. Ia menangis memaksa saya memakaikan piyama. Setelah berkali-kali dijelaskan bahwa baju piyama untuk dipakai sore sebagai baju tidur akhirnya anak saya menyerah. Tapi ia masih marah-marah. Siang hari Syanita masih membuat saya jengkel karena mau main di luar pada jam tidur siang. Saya tidak memarahinya sama sekali. Saya turuti permintaan ‘aneh'nya hari itu-jalan-jalan di siang hari. Tapi, ia tetap tidur siang, meskipun sudah agak sore. Saya memang menggerutu karena kesal dan mengadu kepada kakeknya soal tingkah laku Syanita. Ketika Maghrib, ia menolak sholat bersama. Tetapi ia memerhatikan sholat saya. Setelah saya selesai sholat, ia lari mendekat dan mencium tangan saya. Lalu ia berkata. "Ibu, maafin Ani ya...!" Saya terperanjat. "Hah, anak sekecil ini meminta maaf dengan cara begini? Dari mana ia belajar bersikap seperti ini?", hati saya bertanya-tanya. Ingatan saya langsung kembali pada peristiwa kemarin. Saya terpana. "Oh, jadi ia ingat kemarin saya meminta maaf dengan cara seperti ini. Dan sekarang ia meminta maaf karena telah membuat saya jengkel sejak pagi sampai sore." Saya tidak bisa menjawab permintaan maaf anak saya. Segera saya peluk Syanita sambil saya ciumi pipinya. "Anak pinter!" Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut saya. Syanita telah belajar meminta maaf dari cara saya meminta maaf yang saya lakukan terhadapnya.

Rabu, 21 Oktober 2009

Menghukum tanpa Kekerasan

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma
Gandhi)

Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah
lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah
kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh
di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tidak heran bila Arun dan dua
saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk
mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan
kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar
belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk
mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di
bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini
jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. ". Segera Arun
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.

Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua
permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan
terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu
sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun "Kenapa kau terlambat?".

Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga
dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu".
Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel
mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong.

Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga
kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah.
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan
berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik- baik.".

Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan
kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama
sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima
setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat
penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan bodoh yang Arun
lakukan.

Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.
*Pernyataan Arun:*
"Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya
Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah
saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira
tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama
lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah
kekuatan tanpa kekerasan."

Sapu tangan yang lusuh

Malam bintang terang. Namun, cahaya itu tidak seterang kasih seorang ibu. Kasihnya tidak akan pernah usai sepanjang hayat kepada anak-anaknya.

Ibu saya sehari-hari adalah seorang penjaga kantin di sebuah SMP swasta di Bekasi. Dia juga membuat nasi uduk dan kue yang dititipkan di kantin dan warung-warung lain. Bangun pukul setengah empat pagi, baru beranjak ke peraduan pukul sebelas malam. Begitu terus, hidupnya dijalani tanpa mengeluh.

Penghasilan bapak yang tidak seberapa ditopang oleh hasil jualan ibu. Sejak SD sampai SMA, dari hasil jual kue itulah, saya dan adik-adik dapat uang saku. Saya jadi teringat Ibu A. Yani (janda alm. Jend. Ahmad Yani). Setelah Pak Yani meninggal karena dibunuh pada 1 Oktober 1965, Ibu Yani menghidupi keluarganya dari berjualan minyak tanah. Namun, beliau tak pernah malu atau gengsi. Justru, anak-anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dalam pendidikan dan karir mereka.

Itulah yang menjadi kebanggaan saya terhadap sosok bunda. Gurat wajahnya yang telah mengerut menampakkan bahwa dia terlampau akrab dengan kerja kerasnya. Tangannya dipenuhi otot yang tampak ramah.

Jarang saya melihat dia pakai bedak, apalagi make-up. Seumur-umur, saya baru melihat bunda pakai make-up pada saat saya sudah beranjak dewasa. Itu pun pada saat saya diwisuda bersama ribuan wisudawan Unesa di Islamic Center, Surabaya sekian tahun yang lampau. Dia bilang ingin tampil cantik pada momen tersebut.

Setelah itu, kami sudah jarang bertemu. Saya memilih untuk menetap di Surabaya. Dalam setahun, kadang cuma sekali saya pulang ke Bekasi. Itu pun pas libur Lebaran atau Natal.

Meretas cinta itu tak pernah habis. Itulah ibu. Ketika berjanji untuk memperkenalkan calon pendamping hidup saya, saya berkesempatan bertemu dengan ibu lagi di Surabaya.

Beliau memberi sapu tangan kain lusuh kepada saya. Sampai di situ, saya masih belum mengerti makna yang tersingkap dari pemberian tersebut.

Bunda bilang bahwa sapu tangan itulah yang dia gunakan untuk mengompres saya saat mengalami kecelakaan motor yang membuat kaki saya patah pada 31 Desember 1998.

Setelah saya harus berpisah dengan orang tua pada akhir Agustus 1999 untuk kuliah di Surabaya, ternyata sapu tangan tersebut masih disimpan oleh bunda.

Kesibukan menjalani hari-hari pada masa kuliah seolah membuat saya menjadi jarang berkomunikasi dengan keluarga di Bekasi. Namun tidak dengan bunda. Sapu tangan itu tetap dia simpan untuk memendam kangennya pada saya. Hanya, saya sama sekali tidak menyangka sampai seperti itu. Saya sendiri baru tahu dua minggu lalu, saat memperkenalkan pujaan hati.

Setelah berkisah, bunda memberikan sapu tangan itu kepada saya dan merestui hubungan kami. Saya seakan tidak bisa berkata sepatah kata pun. Lidah ini terasa kaku. Hati bergetar karena terharu.

Bagaimana mungkin bahwa sapu tangan yang sudah lusuh itu masih disimpan sekian tahun hanya untuk memendam kangen pada anaknya?

Bukan kata-kata, tapi dengan sapu tangan lusuh itulah bunda menohok saya dengan cinta yang sederhana. Cinta tulus yang tak pernah berharap balasan dari siapa maupun anaknya sendiri sekalipun. Bintang itu terang.

Lewat sapu tangan lusuh tersebut, zaman boleh berubah. Tapi, cinta dan kerinduan seorang ibu tak bisa digerus waktu. Ia ada sampai kapan pun. Tak bisa dibalas dengan apa pun.

5 Bos Paling Mengerikan Sepanjang Masa!!!

5. George Pullman (March 3, 1831 – October 19, 1897)

George Pullman, seorang industrialis yang membuat kekayaannya dalam bidang kereta api. Dia membeli sejumlah besar tanah dan membangun sebuah kota di atasnya untuk tempat tinggal para karyawannya.

Dia melarang kebebasan pers, rapat umum atau bar. Dia akan mengirim orang untuk menerobos ke rumah-rumah karyawan dan memastikan bahwa mereka selalu bersih. Siapa saja yang gagal untuk memenuhi standar kebersihan Pullman, diberikan 10 hari untuk berkemas dan keluar.

Pullman membayar karyawannya dengan Pullman Scrip, yang hanya bisa digunakan di kota tersebut dan tidak bisa ditukar dengan uang sebenarnya.
Ketika bisnisnya mulai jatuh, Pullman memotong upah para pekerja, tetapi tidak dengan sewa dan harga barang di kotanya. Situasi akhirnya meledak menjadi sebuah serangan yang begitu di luar kendali sehingga pasukan federal harus dibawa masuk.

Seberapa besar rasa benci para pekerja kepada Pullman? Ketika ia meninggal, mereka harus mengubur tubuhnya dalam kubah baja dan beton, yang terkubur di bawah beberapa ton beton. Mengapa? Karena mereka takut karyawan akan menggali dan memukuli mayat Pullman.


4. J. Edgar Hoover (January 1, 1895 – May 2, 1972)

J. Edgar Hoover adalah direktur pertama FBI, dari tahun 1935 sampai tahun 1972, dan ia selalu gila untuk setiap menitnya.

Satu biografi FBI mengatakan ia terus memanggil karyawannya 24 jam sehari untuk hanya melakukan hal hal yang tidak penting di sekitar rumahnya, seperti memperbaiki mesin pemotong rumputnya. Ketika ia menemukan kotoran hewan kecil di teras, ia meminta agar agen membawanya ke laboratorium untuk dianalisis, karena benar-benar yakin dia dikuntit oleh binatang liar. Dia kemudian diduga telah memasang perangkap di teras, yang segera membunuh kucing tetangga.

Selain itu, ia ternyata memiliki arsip foto telanjang. Bukan model porno. Dia memilik foto telanjang Eleanor Roosevelt. Mengapa? Berjaga-jaga

Dia memantau setiap aspek kehidupan agen agennya, memberitahu mereka di mana mereka bisa dan tidak bisa hidup, klub apa yang mereka bisa dan tidak bisa bergabung dan apa yang akan dikenakan. Ia diduga memecat beberapa agen nya karena dia merasa kepala mereka tampak terlalu kecil.

Mielvin Purvis membuat Hoover marah karena memiliki keberanian untuk melacak tiga dari gangster paling terkenal dalam sejarah Amerika (Baby Face Nelson, Pretty Boy Floyd dan Johnny Depp's John Dillinger) dan tidak memberikan kredit kepada Hoover. Hoover melecehkan Purvis sampai dia meninggalkan FBI, lalu mencoba menyabotase semua pekerjaan Purvis.

Tunggu, anda masih membayangkan Eleanor Roosevelt telanjang, bukan?


3. Henry Clay Frick (December 19, 1849 – December 2, 1919)
Henry Clay Frick adalah Ketua Carnegie Steel, dan juga pemilik gelar "orang yang paling dibenci di Amerika" dan "Harry Cock-Bag."

Ia memulai sebuah klub memancing untuk dirinya sendiri dan teman-temannya yang kaya, membeli sebuah danau di Pennsylvania, hanya untuk mereka. Bendungannya selalu bocor, tapi tidak ingin menghabiskan uang untuk memperbaikinya, ia membiarkannya sampai bendungan tersebut runtuh dan membanjiri kota, menewaskan 2.000 orang.

Pada tahun 1892, harga baja naik dan produsen baja dunia (seperti Andre Carnegie dan Frick) tinggal di rumah-rumah mewah. Serikat buruh meminta kenaikan gaji. Frick menawarkan 22 persen pemotongan gaji.
Ketika serikat menolak kesepakatan, Frick's mengunci para pekerja, lalu memasang penembak jitu di menara di sekitar pabrik dan meriam yang bisa menembak cairan panas mendidih pada siapa saja yang mendekat. Dia juga memasang pagar kawat berduri.

Ribuan karyawan marah di luar gedung, dan Frick memutuskan untuk memakai pekerja upah rendah untuk menggantikan mereka. Frick mempekerjakan 300 Pinkertons - tentara bayaran dengan nama yang buruk - dan melepaskan mereka di kerumunan orang.
Ternyata buruh memiliki senjata juga, dan dinamit, dan sebuah meriam. Beberapa orang terbunuhi, dan puluhan lainnya terluka, sebelum-sekali lagi-campur tangan militer untuk memecahkan suasana.

Beberapa minggu kemudian seorang pria masuk ke kantor Frick dan menembaknya di leher. 2 Kali. Frick bangkit dan melawan. Polisi datang dan menangkap si pembunuh, dan Frick kembali bekerja dalam seminggu. Ia kemudian memecat 2.500 pekerja, dan membagi dua upah orang-orang yang masih tersisa.

Frick meninggal 27 tahun kemudian karena serangan jantung, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-70.


2. William Bryant and Francis May

William Bryant dan Francis May adalah pemilik Bryant dan Match May Company.
Mereka mempekerjakan gadis-gadis remaja yang bekerja selama 12 jam sehari, dan membayar mereka empat shilling seminggu (yang setara dengan $20 saat ini)

Mereka menerapkan denda untuk daftar panjang pelanggaran-pelanggaran, mulai dari pergi ke kamar mandi tanpa izin, memiliki kaki kotor. Ketika seorang gadis membuat macet mesin karena akan merobek jarinya, dia diberi tahu bahwa mesin yang lebih penting, dan untuk tidak pernah membiarkan hal itu terjadi lagi. Ketika tangan gadis lain hancur, ia dipecat.

Untuk bersaing dengan perusahaan lain, mereka menggunakan fosfor putih yang lebih murah dari fosfor merah yang dapat memakan wajah Anda ketika Anda menanganinya. Hal ini disebabkan karena menghirup uap terlalu lama. Gejalanya mulai dengan sakit gigi, yang menyebabkan pembengkakan, abses dan kemudian cairan busuk yang disebabkan oleh tulang rahang Anda benar-benar membusuk di dalam kepala Anda.
Kemudian rahang Anda akan benar-benar mulai menyala hijau. Satu-satunya pengobatan dengan amputasi rahang, yang harus dilakukan sebelum kegagalan organ membunuh korban.

Perlu diketahui, Bryant dan May mengetahui hal ini; efek samping fosfor putih sudah ada selama puluhan tahun. Gadis di pabrik akhirnya mogok dan memenangkan simpati aktivis tenaga kerja pada waktu itu, dan para wanita akhirnya memenangkan haknya.
Bryant dan May Company, tentu saja, tetap berbisnis selama beberapa dekade dan membuat uang yang besar untuk para pemiliknya.


1. Max Blanck dan Thomas Harris

Max Blanck dan Thomas Harris adalah pemilik dan pengurus Triangle Shirtwaist Company, yang membuat blus wanita.

Blanck dan Harris hampir seluruhnya mempekerjakan tenaga kerja perempuan untuk alasan yang sama seperti Bryant dan May: muda, banyak dari mereka imigran, tidak memiliki tempat lain untuk pergi. Mereka membayar 6 atau 7 dolar per minggu (jumlah kecil bahkan pada tahun 1909), dan ketika para pekerja menuntut kondisi yang lebih baik, pasangan tersebut menyewa preman untuk menutup omong kosong mereka. Ketika serikat buruh akhirnya mencapai kesepakatan dengan produsen lainnya, Harris & Blanck mengatakan tidak.

Mereka juga mengunci salah satu pintu utama pabrik dari luar, untuk mencegah pencurian oleh karyawan. Pada tanggal 25 Maret 1911, hal yang tak terelakkan terjadi. Beberapa perempuan berhasil keluar sebelum satu pintu keluar penuh dengan asap dan api. Yang lain berhasil melarikan diri dari api, pingsan. Sisanya terjebak di dalam, menggedor pintu yang terkunci, sementara mereka terbakar hidup-hidup. 146 orang tewas, kebakaran terburuk di New York (sampai peristiwa 9 / 11).

Blanck dan Harris didakwa dengan pembunuhan. Beruntung bagi mereka, mereka punya lebih banyak uang daripada para penggugat, dan mereka mempekerjakan Max Steuer. Dia mencabik-cabik kesaksian yang selamat, mengisyaratkan bahwa semua ini adalah sebuah konspirasi oleh serikat buruh yang jahat, dan bahwa tidak ada yang bisa membuktikan pintu benar-benar terkunci.

Blanck dan Harris lolos. Tapi Blanck ditangkap dua tahun kemudian karena mengunci pekerja di dalam pabrik lain! Ia didenda $20.
23 keluarga berhasil menggugat atas kebakaran dan memenangkan $ 75 masing-masing. Tetapi Blanck dan Harris mengajukan klaim asuransi mereka setelah kebakaran dan mendapat $ 60,000!!

Kamis, 15 Oktober 2009

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa, "semoga anakku yang ku sayangi dapat menyadari kesalahannya, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia menjadi anak yang baik dan berguna bagi masyarakat, sebelum Aku mati".
Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.
Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung.
Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng kerajaan berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis ,meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon sambil berlutut supaya anaknya dibebaskan dari hukuman mati, dan bila perlu biarlah dia sendiri yang menggantikan anaknya untuk menjalani hukuman mati tersebut untuk menebus kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan oleh anaknya, tapi keputusan raja sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah. Malam harinya dia bermimpi bertemu Buddha yang tersenyum penuh kasih sayang sambil mengusap kepalanya.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah m enantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan , lonceng Kerajaan belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat.
Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng . Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun jahatnya si Anak. Marilah kita menyayangi orang tua kita masing-masing, selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber berkah dan kebajikan didunia ini.

Jumat, 09 Oktober 2009

helpful tips

1. Rahasia mengusir semut semut nakal yang mengganggu rumah anda.
Taruh kulit kupasan kulit mentimun di dekat tempat jalan yg sering dilalui semut atau langsung di dekat lubang semut.

2.Rahasia membuat cermin mengkilap.
Bersihkan dengan gumpalan koran basah dan gosoklah dengan semangat 45.

3.Rahasia menghapus permen karet dari pakaian dengan mudah.
Masukkan pakaian dalam freezer selama satu jam terlebih dulu. Lalu bersihkan.

4.Rahasia memutihkan pakaian putih yang mulai kusam.
Rendam pakaian putih dalam air panas dengan seiris lemon selama 10 menit terlebih dahului sebelum dicuci.

5.Rahasia membuat rambut lebih berkilau dan bercahaya.
Tambahkan satu sendok teh cuka untuk rambut, lalu cuci rambut seperti biasa.

6.Rahasia mendapatkan hasil perasan juice yg maksimal dari lemon.
Rendam lemon dalam air panas selama satu jam dahulu, dan kemudian baru di jus.

7.Rahasia menghilangkan bau ikan dari tangan anda.
Cucilah tangan anda dengan sedikit cuka apel.

8.Rahasia menghindari mata pedih dan menangis saat memotong bawang?
Gampang. Kunyah permen karet sambil mengiris bawang.

9.Rahasia merebus kentang dengan cepat.
Kuliti kentang dari satu sisi saja sebelum direbus.

10. Rahasia merebus telur dengan cepat.
Tambahkan garam ke air dan didihkan bersama telurnya.

11. Rahasia mengetahui kesegaran ikan.
Masukkan ke dalam semangkuk air dingin. Jika ikan mengapung, berarti ikan itu masih segar.

12.Rahasia memeriksa kesegaran telur:
Letakkan telur dalam air. Jika ia menjadi horisontal, berarti telurnya segar. Jika miring, berarti umurnya sekitar 3-4 hari. Jika ia vertikal, umurnya sekitar 10 hari. Jika mengambang, jangan dimakan karena sudah membusuk.

13.Rahasia menghapus tinta dari pakaian.
Letakkan pasta gigi pada titik-titik tinta perlahan-lahan dan biarkan kering sepenuhnya, lalu cuci.

14. Rahasia mengupas kulit ubi jalar dengan cepat.
Rendam dalam air dingin cepat-cepat setelah direbus.

15. Rahasia menyingkirkan tikus-tikus di rumah anda.
Taburkan lada hitam di tempat-tempat di mana Anda menemukan mereka

Kamis, 01 Oktober 2009

sahabat

suatu hari ada 2 orang sahabat karib berjalan di gurun pasir. tiba2 di tengah perjalanan mereka bertengkar. salah satu sahabat menampar sahabat yang satunya. sahabat yang ditampar itu merasa sakit hati, lalu si sahabat yang ditampar itu menulis di atas pasir '' hari ini sahabat terbaikku menampar pipiku ''.
kemudian mereka meneruskan perjalanan. akhirnya mereka menemukan oasis. sahabat yang ditampar pipinya dan sakit hati itu mencoba berenang tetapi tenggelam, tetapi ia selamat karena ditolong oleh sahabat satunya.
setelah siuman, ia menulis di atas batu ' hari ini sahabat terbaikku menolongku '. lalu si sahabat yang menamparnya bertanya ' kenapa setelah aku berbuat jahat kepadamu kamu menulis di atas pasir, tetapi setelah aku menolongmu kamu menulis di atas batu ? '
sang sahabat menjawab ' aku menulis di atas pasir agar ada angin maaf datang lalu menghapus tulisan di pasir itu. begitu pula kebaikanmu, aku menulis di atas batu agar kebaikanmu tidak terhapus oleh angin '.

Fakta-fakta mengenai tulang

Jumlah tulang
Secara total terdapat 206 tulang dalam tubuh kita. Tulang Paha adalah tulang yang terbesar dalam tubuh kita. Sedangkan tulang Sanggurdi adalah tulang terkecil dalam tubuh kita.

Tulang Anda Tidak Statis
Banyak orang berfikir bahwa tulang mereka tidak berubah dan permanen. Sebenarnya tulang kita merupakan jaringan hidup yang secara berkala (konstan) mengalami pembongkaran dan beregenerasi. Hal ini yang disebut remodelling tulang.Faktanya, tulang kita mengalami regenerasi total setiap 7 sampai 10 tahun. Jadi usia tulang Anda lebih muda daripada usia Anda.

Anda Pikir Tulang Anda Kuat?
Tulang yang ada dalam tubuh kita terdiri dari dua lapisan. Lapisan luar yang kuat dan lapisan dalam yang lemah. Pengeroposan tulang seringkali tidak disadari karena terjadi jauh dalam tulang. Lapisan Luar yang kuat adalah Tulang Cortical, sering juga disebut tulang padat, yang membentuk suatu lapisan yang melindungi sekitar tulang. Bersifat padat dan keras, emmbentuk hampir 80 % dari total massa kerangka. Inti bagian dalam yang lemah, juga disebut tulang spons, tulang trabecular ini seperti rumah lebah dan merupakan bagian utama yang membentuk struktur tulang bagian dalam. Lebih keropos, kurang padat dan lebih lemah daripada tulang cortical. memiliki metabolisme tinggi sehingga membuatnya lebih mudah patah atau hancur.

Anda kehilangan Massa Tulang Anda Setiap Hari
Massa tulang mencapai massa puncaknya pada sekitar usia 30 tahun, yaitu ketika proses penghancuran tulang (yang dilakukan oleh sel osteoclas) mulai terjadi lebih cepat dari proses pembentukan tulang (yang dilakukan oleh sel osteoblas).
Setelah bertahun-tahun, tulang kita menjadi lebih tipis dan rapuh. Hal ini berarti terjadi pengurangan kepadatan dan massa tulang secara bertahap. Jika tidak diketahui, kondisi ini dapat mengakibatkan osteoporosis.

Apa itu Osteoporosis?
Osteoporosis (penyakit keropos tulang) adalah penyakit yang menyebabkan tulang Anda menjadi lemah, rapuh dan mudah patah. Kadang juga disebut Silet Disease, penyakit yang menyerang secara diam-diam, osteoporosis sering menyerang tanpa tanda-tanda (hingga terjadinya patah tulang). Terjadinya patah tulang pada punggung (tulang belakang), panggul dan pergelangan tangan biasanya merupakan tanda awal terjadinya osteoporosis.

Osteoporosis, Fenomena yang meningkat
Di dunia 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun akan menderita patah tulang akibat osteoporosis. Di Asia, pada tahun 2050, 1 dari 2 patah tulang pinggang yang disebabkan oleh osteoporosis di dunia diperkirakan terjadi di Asia.